BENGKAYANG – Warga Desa Pulau Lemukutan, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, berharap ketersediaan listrik di wilayah mereka bisa berlangsung 24 jam penuh. Saat ini, aliran listrik di desa wisata tersebut masih terbatas, hanya menyala mulai pukul 16.00 hingga 06.00 WIB.

Padahal, sejak 2022 Pulau Lemukutan telah ditetapkan sebagai Desa Wisata melalui SK Bupati. Setiap tahun jumlah wisatawan yang berkunjung pun terus meningkat.

Namun, keterbatasan pasokan listrik dinilai menjadi kendala dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pengunjung.

Ketua Bumdes Pulau Lemukutan, Nopriandi, menyampaikan bahwa sejak 2023 sudah ada rencana pemanfaatan energi terbarukan berupa panel surya untuk menghadirkan listrik 24 jam. Sayangnya, hingga kini wacana tersebut belum juga terealisasi.

“Pengunjung terus bertambah, tetapi fasilitas yang kami sediakan masih terbatas karena keterbatasan listrik,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).

Menurutnya, ketersediaan listrik sepanjang hari tidak hanya menunjang pariwisata, tetapi juga berpotensi mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Ia berharap pemerintah daerah dan provinsi dapat memperhatikan aspirasi warga.

“Semoga Bupati dan Gubernur Kalbar dapat memperjuangkan agar pada 2026 listrik di Pulau Lemukutan bisa optimal demi kemajuan pariwisata sekaligus kesejahteraan warga,” harapnya.