Edi Kamtono Dorong Kader HMI Ambil Peran Menuju Indonesia Emas 2045
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong kader Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual, sikap kritis, dan kemampuan membaca dinamika bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Edi saat menghadiri penutupan Intermediate Training atau Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI tingkat nasional HMI Cabang Pontianak 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, HMI selama ini telah melahirkan banyak tokoh dan pemimpin yang berkiprah di berbagai sektor, termasuk pemerintahan.
“Ketika retret di Magelang kemarin, ada sekitar 126 kepala daerah yang merupakan alumni HMI. Artinya kaderisasi di HMI memiliki kontribusi besar bagi bangsa,” ujarnya.
Edi menilai tema kegiatan “Resonansi Nalar Khatulistiwa HMI Menuju Indonesia Emas 2045” sangat relevan dengan kondisi global saat ini yang penuh tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi, konflik internasional, hingga dampak perubahan harga energi dan kebutuhan pokok.
Ia mengatakan, keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas generasi muda saat ini, termasuk mahasiswa dan kader organisasi kemahasiswaan.
“Indonesia Emas 2045 bisa tercapai jika generasi mudanya mampu membaca situasi, berpikir kritis, dan ikut terlibat dalam pembangunan,” katanya.
Selain itu, Edi juga menyoroti pengaruh era digital dan media sosial yang semakin besar dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
Ia menambahkan, Kalimantan Barat dan Kota Pontianak memiliki potensi besar di berbagai sektor seperti perkebunan, pertambangan, ekonomi kreatif, hingga ekonomi digital yang perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda.
“Kader muda harus mampu melihat peluang dan ikut berkontribusi untuk kemajuan daerah maupun bangsa,” ujarnya.
Edi berharap kegiatan kaderisasi seperti Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI dapat melahirkan kader HMI yang progresif, berintegritas, dan siap berkiprah di berbagai bidang.
“Perjuangan kader HMI tidak berhenti di ruang pelatihan. Setelah ini harus terus hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Ara)

Tinggalkan Balasan