KUBU RAYA – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya terus diperkuat melalui kolaborasi lintas instansi. Prajurit Batalyon Komando (Yonko) 466 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) diterjunkan untuk membantu proses pemadaman bersama tim gabungan di kawasan Dusun Sidomulyo (Objek Darat), Kelurahan Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Minggu (26/7/2026).

Dalam operasi tersebut, personel Yonko 466 Pasgat bergabung dengan unsur TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Babinsa, serta sejumlah instansi terkait lainnya untuk mengendalikan kebakaran yang membakar vegetasi kering di kawasan tersebut.

Seluruh personel bekerja secara terpadu guna mencegah kobaran api meluas ke wilayah lain, terutama area permukiman dan lahan produktif masyarakat.

Meski api mulai berhasil dikendalikan di beberapa titik, proses pemadaman masih terus dilakukan. Kepulan asap putih masih terlihat membumbung dari balik pepohonan, menandakan masih adanya bara api yang memerlukan proses pendinginan secara menyeluruh.

Di lapangan, personel Yonko 466 Pasgat menjalankan berbagai tugas sesuai kebutuhan operasi. Sebagian prajurit mengoperasikan nosel untuk menyemprotkan air langsung ke titik api, sementara personel lainnya memastikan distribusi air melalui selang pemadam tetap lancar agar proses pemadaman berlangsung optimal.

Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan terhadap pasokan air serta mengatur strategi pemadaman agar lebih efektif, mengingat karakteristik lahan gambut yang memungkinkan bara api tetap menyala di bawah permukaan tanah.

Komandan tim di lapangan, Letda Pas Dhevan Harvi Saputra, S.Tr. (Han), mengatakan seluruh personel terus bekerja maksimal hingga seluruh titik api benar-benar padam.

“Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan. Fokus utama kami memastikan api benar-benar padam, mencegah munculnya titik api baru, serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kabut asap,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi yang baik antarinstansi menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran, terutama di lokasi yang memiliki akses terbatas dan kondisi lahan yang cukup sulit.

Operasi pemadaman juga dilakukan sebagai langkah mitigasi agar kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas ekonomi di Kabupaten Kubu Raya.

Pemerintah bersama seluruh unsur penanganan karhutla terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah munculnya titik api baru selama musim kemarau.

Sinergi antara TNI, BNPB, BPBD, Manggala Agni, aparat pemerintah daerah, serta masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan karhutla sekaligus meminimalkan dampak bencana asap di Kalimantan Barat.