PONTIANAK – Petinju asal Kalimantan Barat yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Daud Yordan, mengungkap target untuk menghadapi legenda tinju Filipina, Manny Pacquiao, pada 2027.

Rencana tersebut disampaikan Daud saat menjadi pembicara dalam talk show bertajuk “Generasi Juara: Menempa GRIT dan Mental Tangguh Mahasiswa FISIP UNTAN di Era Serba Instan” di Gedung Konferensi 1 Universitas Tanjungpura (UNTAN), Pontianak, Rabu (16/9/2026).

Daud mengatakan pembicaraan mengenai rencana pertarungan tersebut telah dilakukan dan ia menargetkan duel melawan Pacquiao dapat terealisasi pada tahun depan.

“Bahkan kami sudah merencanakan akan melaksanakan pertarungan di tahun depan,” kata Daud.

Rencana tersebut menjadi perhatian karena jika terealisasi, pertarungan akan mempertemukan dua petinju yang kini sama-sama aktif di dunia politik.

Namun, berdasarkan keterangan terbaru dari pihak promotor, peluang duel Daud Yordan melawan Manny Pacquiao pada 2027 masih dalam tahap diupayakan. Sebelum mengejar laga tersebut, Daud dijadwalkan kembali naik ring dalam ajang Back to Champion 2026 di GOR Terpadu Pangsuma, Pontianak, pada 10 Oktober 2026.

CEO Daud Yordan Promotions (DYP), Alex Kristian, mengatakan pertandingan di Pontianak menjadi bagian dari perjalanan menuju target yang lebih besar pada 2027. DYP tengah membuka peluang agar Daud dapat berhadapan dengan Pacquiao.

Pertandingan tersebut juga menjadi momentum bagi Daud untuk membuktikan kembali kemampuannya sebelum mengejar laga dengan level yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Daud turut membahas perjalanan karier Manny Pacquiao. Menurutnya, Pacquiao merupakan salah satu petinju terbaik dunia pada eranya.

“Manny Pacquiao adalah salah satu petinju paling hebat di dunia di eranya sehingga dia mencatat prestasi delapan kali juara dunia di delapan divisi berbeda yang tidak mungkin bisa dicapai oleh siapa pun pada saat ini,” ujarnya.

Daud mengatakan perjalanan panjangnya di dunia tinju membuka kesempatan untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam penjajakan rencana pertarungan dengan Pacquiao.

Jika terealisasi, duel tersebut akan menjadi pertemuan dua petinju dari Indonesia dan Filipina yang sama-sama memiliki latar belakang sebagai pejabat politik.

“Dan ini tentu menjadi sejarah bahwa dua petinju terbaik di negaranya masing-masing bertarung di atas ring yang notabene kami sama-sama pejabat politik,” tuturnya.

Sebelum membidik pertarungan besar pada 2027, Daud akan lebih dulu tampil di hadapan masyarakat Kalimantan Barat.

Dalam ajang Back to Champion 2026, Daud dijadwalkan bertanding di GOR Terpadu Pangsuma, Pontianak, pada 10 Oktober 2026. Pertandingan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju target yang lebih besar pada tahun berikutnya.

Daud menegaskan pertandingan di Pontianak menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuannya sebelum mengejar laga yang lebih besar.

“Back to Champion adalah tempat saya membuktikan diri terlebih dahulu. Saya ingin masyarakat Kalimantan Barat ikut menyaksikan perjalanan ini dari awal. Kalau saya ingin mengejar pertandingan yang lebih besar, saya harus membuktikannya dulu di atas ring,” kata Daud.

Selain membahas rencana kariernya, Daud juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak budaya serba instan.

Menurutnya, pencapaian besar membutuhkan proses panjang, komitmen, dan konsistensi. Ia menjadikan perjalanan kariernya di dunia tinju sebagai contoh bahwa keberhasilan membutuhkan tahapan yang harus dijalani secara berkelanjutan.

“Untuk mencapai itu tentu ada proses perjalanan panjang yang harus memiliki komitmen, memiliki konsistensi yang terus-menerus,” ucapnya.

Target menghadapi Manny Pacquiao pada 2027 kini menjadi salah satu agenda besar yang sedang dibidik Daud dan timnya, dengan pertandingan di Pontianak pada Oktober 2026 menjadi salah satu tahapan dalam perjalanan tersebut.