Imigrasi Pontianak Bagikan 1.700 Masker dan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Asap dan Kekeringan
PONTIANAK – Kabut asap dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pontianak berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak turun langsung memberikan bantuan melalui gerakan Imigrasi Peduli Bencana.
Bantuan diberikan dalam dua bentuk, yakni pembagian 1.700 masker kepada masyarakat saat kondisi udara memburuk serta penyaluran air bersih kepada warga yang menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Saat kabut asap menyelimuti Pontianak dan sekitarnya, jajaran Imigrasi Pontianak membagikan 1.700 masker kepada pengendara dan masyarakat di kawasan Bundaran Tugu Digulis.
Selain masker, masyarakat juga mendapatkan paket sederhana berupa air mineral, makanan ringan, dan permen. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah meski kondisi udara terdampak kabut asap.
Pengemudi ojek online, kurir, pedagang kaki lima hingga pekerja harian menjadi sebagian masyarakat yang tetap harus bekerja di tengah kondisi tersebut. Masker menjadi salah satu perlengkapan yang dibutuhkan untuk membantu mengurangi paparan langsung asap saat beraktivitas di luar ruangan.
Tidak hanya merespons persoalan kabut asap, Imigrasi Pontianak juga memberikan bantuan air bersih ketika warga menghadapi kondisi kekeringan.
Pada 18 September 2026, jajaran Imigrasi Pontianak menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Jalan Imam Bonjol, Gang Bansir 2, Pontianak.
Warga mendatangi lokasi dengan membawa galon dan wadah air. Pegawai bersama jajaran struktural Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak turut membantu mengisi hingga mengangkat galon berisi air untuk dibawa pulang warga.
Ketua RT di Gang Bansir 2, Erna, mengatakan kondisi kekeringan membuat kebutuhan air bersih semakin dirasakan masyarakat.
Menurut Erna, warga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp9.000 hingga Rp15.000 untuk satu galon air isi ulang. Warga juga mengeluhkan kondisi air PDAM yang disebut terasa asin.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari gerakan Imigrasi Peduli Bencana sebagai bentuk kepedulian jajaran Imigrasi Pontianak terhadap masyarakat yang terdampak kondisi lingkungan dan bencana di wilayah sekitar.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Sam Fernando, mengatakan pemerintah perlu hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit.
“Imigrasi untuk rakyat bukan hanya tentang pelayanan keimigrasian. Ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit, kami ingin hadir dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan secara langsung,” ujar Sam Fernando.
Melalui pembagian masker dan bantuan air bersih, Imigrasi Pontianak berupaya memberikan dukungan langsung kepada masyarakat di tengah persoalan kabut asap dan kekeringan yang berdampak terhadap kebutuhan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan