PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan peran strategis Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan Ria Norsan saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI kabupaten/kota se-Kalimantan Barat periode 2026-2031 di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (28/6/2026).

Menurut Norsan, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kalimantan Barat. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi petani, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing hasil pertanian.

“HKTI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi harus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus garda terdepan dalam mendampingi petani. Saya berharap pengurus yang baru segera memetakan potensi pertanian di setiap daerah agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga kebutuhan penerapan teknologi modern. Karena itu, HKTI diharapkan mampu menjadi penghubung antara petani dengan berbagai inovasi, informasi, serta teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Selain peningkatan produksi, Norsan juga menekankan pentingnya regenerasi petani melalui keterlibatan generasi muda. Menurutnya, pertanian harus menjadi sektor yang mampu menarik minat generasi muda dengan dukungan teknologi, inovasi, dan peluang usaha yang menjanjikan.

Ia juga mendorong penguatan kelembagaan kelompok tani agar memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam rantai pemasaran hasil pertanian.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperluas akses pemasaran produk pertanian sehingga petani memiliki nilai jual yang lebih baik dan tidak bergantung pada tengkulak,” katanya.

Menutup sambutannya, Ria Norsan mengajak seluruh jajaran HKTI menjaga soliditas organisasi dan tetap fokus memperjuangkan kepentingan petani.

“Saya berharap HKTI menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan semangat kebersamaan, saya optimistis sektor pertanian Kalimantan Barat akan semakin maju, tangguh, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal HKTI, Abdul Kadir Karding, mengatakan pelantikan pengurus DPC HKTI se-Kalimantan Barat menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah.

Ia menilai organisasi yang solid menjadi modal penting dalam mendukung program ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

“Organisasi yang kuat hanya dapat dibangun melalui kebersamaan. Karena itu seluruh pengurus harus bekerja dengan semangat yang sama untuk memperjuangkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Abdul Kadir Karding juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap penguatan organisasi HKTI di daerah. Menurutnya, sinergi pemerintah dan organisasi petani menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mewujudkan swasembada pangan nasional.

Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus HKTI pusat dan daerah, unsur Forkopimda Kalimantan Barat, instansi terkait, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.