Kisah Pilu 2 Bocah Di Lampung Berharap Ayahnya Segera Ditangkap Usai Tikam Ibu Kandungnya 8 Tahun Lalu
Liputan Pontianak – Kisah Pilu 2 Bocah Berharap Ayah kandungnya Segera Ditangkap, Usai Lihat Ibu Tewas Ditikam 8 Tahun Lalu. “dikutip dari Fakta Indo
Kisah sedih kakak beradik Al Rasyid Pandu Pratama (11 tahun) dan Salwa Adzkia Nur Rasyidah (9 tahun) harus hidup tanpa orang tua karena tragedi berdarah pada 8 tahun lalu.
Saat itu, ibu dan ayahnya telah bercerai. Namun, suatu hari ayahnya datang untuk menginap di rumah neneknya, dimana ia, adik dan ibunya tinggal. Alasannya rindu dan ingin sahur serta buka puasa bersama.
Di luar dugaan, keesokan harinya terjadi percekcokan antara ibu dan ayahnya. Percekcokan itu berakhir manakala sang ayah secara spontan mengambil senjata tajam dari dapur dan menyerang ibunya dengan membabibuta.
Sang ibu pun bersimbah darah dengan sejumlah luka di badannya, termasuk di wajah dan lehernya. Sang ibu meninggal dunia. Sementara ayahnya lepas tanggung jawab dan melarikan diri.
Baca Juga : Polda Kalbar Berhasil Ringkus 7 Pelaku Perampokan Mobil Box Logistik, 2 Diantaranya Merupakan Residivis
Hari-hari selanjutnya, dua kakak beradik ini pun dirawat oleh neneknya Sulastri (59), dan tinggal di sebuah gubug kecil yang memprihatinkan di Dusun Adiluhur, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah.
Mirisnya, hingga detik ini pelaku masih bebas merdeka dan belum ditangkap. Padahal, dari penelusuran netizen, pelaku yakni Rangga Prayoga sempat aktif di media sosial. Terakhir ia diketahui sudah menikah lagi dan tinggal di Desa Bungkang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Rasyid berharap pelaku bisa segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Tragedinya pada tahun 2015, di depan saya sendiri. Saya pas itu masih kecil, saya meminta pertolongan ke Bapak Jokowi untuk segera menangkap bapak saya. Terimakasih,” kata Rasyid.

2 Komentar