PONTIANAK – Folago Academy menggelar Folago Affiliate Local Bootcamp Pontianak bertajuk “Belajar Jadi Affiliate Ala China” di Hotel Star Pontianak. Kegiatan ini diikuti ratusan kreator konten dan calon afiliator yang ingin mendalami dunia affiliate marketing serta live streaming TikTok Shop.

Head of Folago Academy, Fajrin Sahaf mengatakan bootcamp tersebut diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan. Mereka diberikan pelatihan mengenai strategi membangun konten hingga menjadi afiliator profesional di platform digital.

“Kita mengundang sekitar 400 orang untuk belajar dunia affiliate dan bagaimana menjadi afiliator profesional,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Menurut Fajrin, kegiatan itu juga menghadirkan kreator dari Jakarta serta tim resmi TikTok Shop Indonesia untuk berbagi pengalaman dan strategi pengembangan konten digital kepada peserta di Pontianak.

Ia menilai potensi affiliate marketing di Kalimantan Barat masih sangat besar karena dapat dijalankan siapa saja, mulai dari anak muda, mahasiswa hingga ibu rumah tangga.

“Tidak ada batasan umur ataupun pekerjaan. Selama mau belajar dan konsisten, peluang di dunia affiliate sangat terbuka,” katanya.

Sementara itu, kreator Folago, Mbak Vir menjelaskan peserta mendapatkan pelatihan langsung terkait analisa performa konten, strategi live streaming, hingga memahami algoritma platform digital.

“Tujuannya supaya kreator bisa membaca data performa mereka dan memahami audiens untuk pengembangan konten ke depan,” jelasnya.

Ia juga menyebut syarat menjadi afiliator saat ini cukup mudah. Dengan minimal 600 pengikut, kreator sudah bisa memanfaatkan fitur keranjang kuning untuk mulai membuat konten affiliate.

“Yang paling penting untuk pemula itu konsisten membuat konten,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Ratusan peserta aktif bertanya mengenai strategi konten, algoritma TikTok hingga teknik live streaming untuk meningkatkan penjualan.

Sebagai tindak lanjut, Folago Academy juga menggelar bootcamp lanjutan selama lima hari pada 18-22 Mei 2026 yang diikuti 50 kreator terpilih. Dalam pelatihan tersebut, peserta akan menjalani sesi live streaming setiap hari untuk melatih kemampuan menjual produk dan memahami performa konten digital.

“Tujuannya supaya kreator terbiasa live streaming dan semakin berkembang di dunia digital,” tutup Fajrin. (Ara)