KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meninjau langsung kondisi Jalan Patok 50 di Kecamatan Rasau Jaya sebagai bagian dari persiapan lanjutan program Karya Bakti TNI Angkatan Darat untuk pembangunan dan pelebaran jalan tersebut.

Peninjauan dilakukan menyusul rampungnya pembangunan ruas awal Jalan Patok 50 sepanjang 3,5 kilometer. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana melanjutkan pelebaran pada ruas jalan yang masih menyempit dengan kembali berkolaborasi bersama Kodim 1207/Pontianak melalui skema karya bakti TNI.

“Untuk ruas jalan yang masih menyempit ini, kita akan meminta dukungan Kodim 1207 melalui karya bakti TNI agar pembangunan Jalan Patok 50 bisa diselesaikan sesuai perencanaan,” ujar Sujiwo saat peninjauan, Jumat (9/1/2026).

Sujiwo menjelaskan, ruas lanjutan yang akan dikerjakan diperkirakan sepanjang 1,4 kilometer hingga Simpang Tiga, yang merupakan jalur strategis karena terhubung langsung dengan jalan poros. Dari titik tersebut, akses jalan terbagi menuju Sungai Bulandan hingga Patok 36, serta menjadi jalur penyeberangan vital bagi aktivitas masyarakat.

Menurutnya, Jalan Patok 50 memiliki peran strategis karena menjadi akses utama bagi sekitar 20 desa di wilayah Kecamatan Kubu, di antaranya Kampung Baru, Jangkang 1, Jangkang 2, Teluk Nangka, Kubu, Pelita, Air Putih, Kabung, serta sejumlah desa lainnya.

“Jalan ini merupakan urat nadi ekonomi masyarakat. Setelah terbangun dan diperlebar, kita berharap terjadi peningkatan pergerakan ekonomi, pertumbuhan usaha, dan terbukanya peluang-peluang ekonomi baru,” jelasnya.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kehidupan sosial.

Selain menjadi jalur utama masyarakat dan petani, Jalan Patok 50 juga mendukung mobilitas pelajar, aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta personel TNI dan Polri, sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa.

Sujiwo menilai pelaksanaan karya bakti TNI memberikan manfaat signifikan, khususnya dari sisi efisiensi dan efektivitas anggaran. Dengan alokasi sekitar Rp1,5 miliar melalui skema karya bakti, volume pekerjaan yang dihasilkan dinilai lebih besar dibandingkan pengerjaan secara kontraktual.

“Jika dikerjakan secara kontraktual, volumenya tidak akan sebesar ini. Melalui karya bakti, kita bisa mendapatkan efisiensi, efektivitas, sekaligus penghematan anggaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sujiwo menyebutkan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan Kodam XII/Tanjungpura dan Kodim 1207/Pontianak merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah.

Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah, Sujiwo menegaskan perlunya langkah-langkah strategis dan solutif agar pembangunan tetap berjalan.

“Salah satu langkah strategis yang kita ambil adalah melalui karya bakti TNI,” pungkasnya. (Ara)