KUBU RAYA – Ajang bergengsi bagi pelajar Kalimantan Barat resmi digelar. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bersama Purna Paskibraka Indonesia (PPI) mengadakan Lomba Kreasi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Pengibaran Bendera Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kubu Raya.

Kompetisi ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Kalbar dan merupakan bagian dari program nasional yang digelar serentak di 30 provinsi di Indonesia.

Ketua PPI Kalimantan Barat, Chaidir Nurhayat, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, disiplin, kepemimpinan, serta semangat nasionalisme kepada generasi muda melalui kegiatan baris-berbaris dan pengibaran bendera.

“Ini merupakan program nasional hasil kolaborasi MPR RI dan PPI. Kalimantan Barat mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari kegiatan besar ini,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Sebanyak 10 sekolah terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Seluruh peserta sebelumnya telah melewati proses seleksi dan merupakan sekolah yang memiliki pengalaman serta prestasi dalam bidang PBB.

Tak hanya memperebutkan gelar juara tingkat provinsi, para peserta juga berjuang untuk mendapatkan tiket menuju tingkat nasional. Sekolah yang berhasil meraih juara pertama akan menjadi wakil Kalimantan Barat pada kompetisi nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.

“Juara pertama akan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional. Ini menjadi peluang besar bagi pelajar Kalbar untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi di level Indonesia,” kata Chaidir.

Selain trofi dan penghargaan, panitia juga menyiapkan uang pembinaan bagi para pemenang. Juara pertama akan menerima Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.

Panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk kategori Komandan Terbaik, Formasi Terbaik, dan Pengibar Bendera Terbaik.

Chaidir berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan sekaligus wadah pembinaan karakter generasi muda agar semakin disiplin, berjiwa pemimpin, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.

“Kami berharap lomba ini terus berlanjut dan semakin banyak sekolah yang ikut berpartisipasi. Ini bukan sekadar lomba, tetapi sarana membangun karakter generasi muda Indonesia,” pungkasnya. (Ara)