KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan komitmennya menjaga kerukunan di wilayahnya menyusul mencuatnya penolakan terhadap pembangunan gereja di Desa Kapur.

Ia menyampaikan bahwa sikap intoleran tidak boleh mendapatkan ruang di tengah masyarakat Kubu Raya yang dikenal hidup harmonis dalam keberagaman.

“Kubu Raya ini sudah lama dikenal damai. Saya tidak akan beri tempat bagi individu atau kelompok yang membawa paham intoleransi,” tegas Sujiwo di halaman Kantor Bupati, Kamis (17/7/2025).

Polemik terkait pembangunan rumah ibadah ini mencuat setelah beredar surat dari forum RT Desa Kapur bertanggal 8 Juli 2025, yang kemudian viral di media sosial dan mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh masyarakat.Merespons cepat isu tersebut, Bupati langsung mengundang forum RT, kepala desa, serta camat Kapur untuk melakukan klarifikasi dan meredam potensi konflik.

“Siang ini sudah kami tindak lanjuti. Semua pihak terkait sudah kami panggil untuk membahas hal ini secara langsung,” ujarnya.

Sujiwo juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga suasana kondusif dan mempercayakan penyelesaian masalah kepada pemerintah daerah.

“Saya mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Kita hadapi ini bersama, dan saya pastikan penyelesaiannya tetap dalam koridor hukum dan semangat kebersamaan,” pungkasnya.