PONTIANAK – Dalam semangat kepedulian dan pengabdian kepada bangsa, pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat dan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pontianak menggelar kegiatan donor darah bertajuk IMIPAS PEDULI, pada Kamis (13/11/2025) di Unit Donor Darah PMI Kota Pontianak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KEMENIMIPAS) ke-1 Tahun 2025, yang mengusung tema “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa.” Melalui kegiatan sosial tersebut, insan Imigrasi di Kalimantan Barat menunjukkan komitmen untuk berkontribusi nyata bagi kemanusiaan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Sam Fernando, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini menjadi wujud kepedulian aparatur Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan darah.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol peringatan, tetapi benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. Setetes darah yang disumbangkan bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain,” ujar Sam Fernando.

Kegiatan donor darah ini juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi antarunit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas di antara para pegawai.

Aksi donor darah yang berlangsung di PMI Kota Pontianak ini diikuti dengan antusias oleh pegawai imigrasi, anggota Rudenim, hingga jajaran Kanwil Imigrasi Kalbar. Suasana penuh semangat terlihat sejak pagi, dengan para peserta silih berganti melakukan pemeriksaan kesehatan dan mendonorkan darahnya.

Selain memperkuat hubungan antarinstansi, kegiatan IMIPAS Peduli diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menumbuhkan semangat berbagi dan peduli sesama, sejalan dengan nilai-nilai pengabdian yang diusung oleh Kemenimipas.

Kegiatan donor darah ini menegaskan bahwa aparatur imigrasi tidak hanya berperan dalam pelayanan dan pengawasan keimigrasian, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Melalui gerakan sederhana namun bermakna ini, semangat “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa” benar-benar diwujudkan di tengah masyarakat.