Program KREASI Perkuat Kolaborasi Peningkatan Mutu Pendidikan di Kayong Utara
SUKADANA – Program KREASI terus memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kayong Utara melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, Kementerian Agama, kepala sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pelaksanaan Program KREASI tahun kedua yang melibatkan sekolah-sekolah intervensi di tiga kecamatan.
Project Manager KREASI Muhammadiyah Kayong Utara, Rezky Farnanda, mengatakan pada tahun kedua program tersebut akan melakukan pembinaan terhadap 30 sekolah di Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, dan Teluk Batang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 sekolah berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan tiga madrasah berada di bawah naungan Kementerian Agama.
“Program KREASI tahun kedua difokuskan pada pelatihan dan pendampingan yang lebih terarah guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah intervensi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, enam paket intervensi utama yang dijalankan dalam program tersebut meliputi pembinaan guru kelas rendah, penguatan kepemimpinan kepala sekolah, perlindungan anak, penguatan kelompok bermain anak, advokasi ekosistem pendidikan, serta dokumentasi dan penyebarluasan praktik baik program.
Rezky berharap berbagai program pendampingan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kayong Utara.
“Kami berharap melalui pelatihan dan pembinaan terhadap guru kelas rendah, penguatan kepemimpinan kepala sekolah, perlindungan anak, serta advokasi terhadap ekosistem pendidikan, Program KREASI dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kayong Utara,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara, Sudirmansyah, menegaskan keberhasilan Program KREASI sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan satuan pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kayong Utara.
“Mari kita jalankan Program KREASI ini dengan penuh kejujuran, tanggung jawab, dan kesungguhan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan anak-anak didik di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Syarifah Masna, mengatakan penetapan sekolah intervensi dilakukan melalui kajian bersama dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, seperti akreditasi sekolah, rapor pendidikan, serta capaian literasi dan numerasi.
Ia menyebut sekolah sasaran pada tahun kedua merupakan sekolah baru yang dipilih berdasarkan kebutuhan peningkatan mutu pendidikan di masing-masing wilayah.
Menurutnya, pelaksanaan Program KREASI tahun pertama telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi, numerasi, dan capaian rapor pendidikan sekolah.
“Nilai numerasi dan literasi meningkat, begitu juga dengan rapor pendidikan sekolah,” jelasnya.
Pemerintah daerah berharap pelaksanaan Program KREASI tahun kedua dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan