Menanggapi Berita Yang Viral di Daerahnya, Sahril Pemuda Ketapang : Ini Menjadi Persoalan Serius
KETAPANG – Dugaan penganiayaan terhadap anak berusia 7 tahun di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang diduga meninggal karena disiksa oleh Orang tua angkatnya, menjadi perhatian semua pihak. Senin, 27/11/23
“Menyikapi peristiwa dugaan penganiayaan terhadap Anak yang dilakukan oleh orang tua angkatnya, di Kecamatan Sandai Kab. Ketapang yang mengakibatkan Anak tersebut meninggal dunia, ini merupakan persoalan serius yang semestinya penegak hukum lebih semangat dan proaktif untuk menangani kasus ini” ucap Sahril.
Keprihatinan Sahril dalam menanggapi peristiwa yang sedang terjadi, ia menegaskan bahwa kasus yang diduga dilakukan orang tua kepada anak angkatnya harus diusut tuntas dan pelaku bisa di proses hukum dengan segera sesuai dengan pasal yang berlaku.

“Persoalan ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi, harus diusut tuntas dan jika benar adanya kekerasan yang dibuktikan dengan hasil visum/otopsi maka pelaku harus mendapatkan hukuman, jangan sampai hal ini terjadi pada anak yang lain.” kata dia.
Dalam hal ini, Sahril juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang lebih memberikan perhatian lebih terhadap kasus seperti ini. Selain itu, ia juga berharap bahwa perlu adanya Bantuan Lembaga Hukum yang memberikan perlindungan juga terjadap baik itu korban atau siapapun yang memerlukan bantuan Hukum terhadap kasus seperti ini.
Baca Juga : Miris! Anak Adopsi Meninggal Tidak Wajar! Diduga Kuat Karena Disiksa Orangtua Angkatnya
“Kite belajar dari kasus-kasus yang berkaitan dengan kekerasan pada Anak dan Perempuan, bahwa kite perlu bekerjasama dalam meminimalisir agar tidak terjadi kasus yang sama. Dalam hal ini, pemerintah perlu memberikan regulasi yang jelas terhadap terduga pelaku. Selain itu, orang tua pun juga punya andil dalam merawat dan menjaga anak disekitar, jangan sampai orang terdekat yang menjadi pelaku. Serta, peran dalam masyarakat perlu juga kite edukasi dan perlu adenye sebuah LSM atau sejenisnye atau apelah namenye yang memberikan Bantuan Hukum (LBH) dalam menangani kasus seperti ini”. ujarnya.
Karena menurutnya, bahwa Bantuan Lembaga Hukum (LBH) yang concern dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, juga sangat penting. Hal ini, mengingat bahwa untuk mencegah terjadinya “Kecurangan Hukum” dalam proses peradilan.
“Karne kite perlu memberikan pendampingan juga terhadap keluarga korban, agar si pelaku tidak berbuat semena-mena dalam kasus-kasus seperti ini” tutupnya. (DB)

1 Komentar
Pertama-tama saya pribadi menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya anak adobsi yang tidak wajar ini. Saya kira pihak berwajib dan berwenang harus segera mengusut tuntas kasus kematian anak kecil secara tidak wajar ini. Bila diperlukan lakukan otopsi agar diketahui penyebab kematian yang sebenarnya. Sebagai aparat penegak hukum, harus menjunjung tinggi keadilan, netralitas dan integritasnya. Dan ingat sumpah jabatan yang telah dinyatakan sesuai dengan agama dan didasari dengan kitab sucinya. Jika anda berbohong, dan rela memutarbalikan fakta yang sebenarnya hanya demi suap, apalagi ini menyangkut nyawa seseorang, Ingat hari kematian anda. Anda boleh bersembunyi dibalik semuanya di dunia ini, tapi di hari penghakiman setelah kematian anda tidak bisa bersembunyi dan menutupinya dengan apapun caranya. Semuanya akan dibukakan dan tidak ada yang tersembunyi dari sang Pemilik Kehidupan.
Kami sangat menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi. Apalagi pelaku (ibu angkat) yang nota bene diketahui sebagai seorang pengusaha kok sampai sekejam itu prilakunya. Sungguh tidak mencerminkan ahlak sebagai seorang manusia. Apakah anda mengenal yang namanya Tuhan Pencipta langit dan bumi itu?… Jika anda mengenalnya dengan benar, saya yakin anda tidak akan setega ini dengan anak angkat yang semula anda adobsi yang tentu anda menyanyanginya selayaknya anak anda sendiri dan paling tidak mengakuinya sebagai seorang manusia yang sama dengan anda memiliki hak hidup yang sama.
Saya sangat sedih dan tak sanggup ketika melihat video yang beredar medsos, tentang bagaimana anda (ibu angkat/adobsi/ART) sedang menganiaya anak kecil yang tak berdosa dan belum mengerti apa-apa. Semoga anda segera bertobat sebelum terlambat, jika tidak maka ingatlah hari kematian anda. atau setidaknya anda juga punya anak dan apabila anak anda yang merupakan darah daging anda disiksa oleh orang lain bagaimana perasaan anda. Jangan anda hanya memikirkan kepentingan diri anda atau merasa diposisi anda saja. Ingat Tuhan itu tidak tidur. Suatu saat anda akan tau akibatnya kalau anda tidak segera bertobat.
Saya berharap keluh kesah ini dan semua keluh kesah dan simpati semua warganet didengar dan direspon oleh Bapak Presiden Joko Widodo dan Juga pihak Komnas HAM di Jakarta. Semoga beliau turut andil dalam proses pengusutan kasus penganiayaan ini. Salam kemanusiaan dari kami anak petani dari kampung…!!!