Pelajar Kembar SMPN 22 Pontianak Terpilih Tampil di Istana Negara, Bawa Seni Kalbar di HUT ke-81 RI
PONTIANAK – Dua pelajar kembar asal Kota Pontianak, Carissa Nafish Dzakiyah dan Calista Nafish Dzakiyah, mencatat prestasi membanggakan. Siswi SMPN 22 Pontianak tersebut terpilih menjadi bagian dari tim kesenian Kalimantan Barat yang akan tampil di Istana Negara dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Carissa dan Calista dipercaya membawakan tari kolosal dalam rangkaian Gelar Seni Budaya yang menjadi bagian dari peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih.
Kesempatan tampil dalam agenda kenegaraan tersebut menjadi kebanggaan bagi kedua pelajar. Selain membawa nama keluarga dan sekolah, keduanya juga mendapat kesempatan memperkenalkan seni dan budaya Kalimantan Barat di panggung nasional.
Bakat menari Carissa dan Calista telah berkembang sejak duduk di bangku sekolah dasar. Sang ayah, Aipda Saifudin Suhri, anggota Direktorat Samapta Polda Kalbar, mengatakan kedua putrinya mulai aktif berlatih tari sejak kelas tiga SD.
“Sejak kelas 3 SD sudah aktif menari. Kami sempat mengambil pelatih untuk private mereka bersama teman-teman satu kelompok. Dari kelas 5 SD mereka sudah bergabung dengan Sanggar Kijang Berantai,” ujar Saifudin, Kamis (13/8/2026).
Bergabung dengan Sanggar Kijang Berantai menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan keduanya di dunia seni. Berbagai latihan dan perlombaan yang diikuti menjadi pengalaman untuk mengasah kemampuan hingga akhirnya mereka lolos seleksi dan terpilih memperkuat tim kesenian Kalimantan Barat.
Menjelang tampil di Istana Negara, Carissa dan Calista harus membagi waktu antara kegiatan belajar di sekolah dengan agenda persiapan bersama tim kesenian. Latihan rutin, pemantapan materi hingga gladi menjadi bagian dari persiapan sebelum tampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.
Saifudin berharap kedua putrinya dapat menjalankan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan disiplin.
“Harapan kami tentunya anak-anak bisa menjalankan tugas dengan baik, disiplin mengikuti seluruh proses latihan dan tampil maksimal. Yang paling penting mereka bisa membawa nama baik keluarga, sekolah, sanggar, dan Kalbar,” katanya.
Dukungan juga diberikan SMPN 22 Pontianak. Pihak sekolah memberikan kesempatan kepada keduanya untuk tetap menjalankan kewajiban pendidikan sembari mengembangkan bakat di bidang seni.
“Kami juga berterima kasih kepada SMPN 22 Kota Pontianak yang sudah memberikan dukungan dan pengertian kepada anak-anak kami. Tentunya pendidikan tetap menjadi yang utama, tetapi kami bersyukur sekolah juga mendukung mereka dalam mengembangkan bakat,” ungkap Saifudin.
Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada Sanggar Kijang Berantai yang selama ini menjadi tempat Carissa dan Calista berlatih sekaligus mengembangkan kemampuan tari.
“Sebagai orang tua, kami sangat berterima kasih kepada Sanggar Kijang Berantai yang selama ini membimbing dan memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk mengembangkan bakatnya. Banyak pengalaman dan prestasi yang mereka dapatkan selama bergabung di sanggar,” ujarnya.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Kementerian Pariwisata yang memberikan kesempatan kepada Carissa, Calista dan pelajar Kalimantan Barat lainnya untuk ambil bagian dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak Kalimantan Barat untuk tampil di Istana Negara. Bagi kami, ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa dan tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga,” kata Saifudin.
Bagi Carissa dan Calista, tampil di Istana Negara bukan sekadar kesempatan untuk menunjukkan kemampuan menari. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus kesempatan membawa nama Kalimantan Barat dan memperkenalkan kekayaan seni budaya daerah dalam perayaan kemerdekaan Indonesia.
Prestasi dua pelajar kembar SMPN 22 Pontianak ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan meraih prestasi, tanpa mengesampingkan pendidikan. (Ara)

Tinggalkan Balasan