Gubernur Ria Norsan Ajak Generasi Muda Lestarikan Tradisi Robo-Robo
PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengajak generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan tradisi Robo-Robo sebagai bagian dari warisan budaya serta sejarah masyarakat Kalimantan Barat.
Ajakan tersebut disampaikan Ria Norsan saat membuka Festival Budaya Robo-Robo Mempawah 2026 di Kuala Mempawah, Rabu (12/8/2026). Menurutnya, Robo-Robo tidak sekadar menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga memiliki nilai sejarah, kebersamaan, dan spiritual yang perlu diwariskan kepada generasi penerus.
“Robo-Robo bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga mengandung nilai sejarah, kebersamaan, dan doa keselamatan yang diwariskan oleh para leluhur. Karena itu, tradisi ini harus terus dijaga dan dikenalkan kepada anak-anak muda,” kata Norsan.
Ia menjelaskan, tradisi Robo-Robo memiliki kaitan erat dengan sejarah perjalanan Opu Daeng Manambon yang datang ke Mempawah pada abad ke-18. Sejarah tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan Kerajaan Amantubillah Mempawah.
Menurut Norsan, pelaksanaan Festival Budaya Robo-Robo dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal kembali sejarah sekaligus memahami nilai-nilai kearifan lokal yang telah berkembang secara turun-temurun.
Selain menjaga warisan budaya, kegiatan tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan sosial masyarakat. Tradisi Robo-Robo menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi dan membangun semangat kebersamaan.
“Tradisi ini mengajarkan kita tentang kebersamaan. Semua masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi, menikmati budaya dan merasakan semangat gotong royong yang diwariskan para pendahulu,” ujarnya.
Norsan juga menilai Festival Budaya Robo-Robo memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Mempawah. Tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM serta sektor jasa untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kata Norsan, akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat dan masyarakat agar tradisi Robo-Robo dapat dikembangkan tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Budaya yang kita miliki adalah aset yang sangat berharga. Jika dikelola dengan baik, tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga dapat menjadi kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Mempawah Erlina Ria Norsan mengatakan Festival Budaya Robo-Robo menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan warisan budaya yang telah berkembang di tengah masyarakat selama ratusan tahun.
Erlina menilai Robo-Robo tidak hanya berkaitan dengan sejarah, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan dan menjaga keharmonisan masyarakat.
“Robo-Robo adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Melalui festival ini, kita ingin memastikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan kebersamaan tetap hidup di tengah masyarakat serta dikenal oleh generasi mendatang,” ungkap Erlina.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat turut menyerahkan bantuan untuk mendukung penyelenggaraan Festival Budaya Robo-Robo kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan saprahan bersama. Tradisi tersebut menjadi salah satu simbol kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Melayu di Mempawah.
Festival Budaya Robo-Robo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memperkuat posisi Mempawah sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kalimantan Barat.
Di saat yang sama, keberlangsungan tradisi Robo-Robo diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, menghargai budaya lokal, sekaligus meneruskan warisan leluhur di tengah perkembangan zaman. (Ara)

Tinggalkan Balasan