Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Transformasi Digital, PTPN IV Regional VII Susun RKAP 2027 Berbasis WEPC
BANDAR LAMPUNG – PT Perkebunan Nusantara IV Regional VII, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, terusmemperkuat transformasi perusahaan melalui penyusunanRencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 yang terintegrasi secara digital. Langkah ini menjadi bagian dariupaya perusahaan menghadapi dinamika industri perkebunanyang semakin kompetitif sekaligus memperkuat tata kelola, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis.
Melalui agenda strategis bertajuk Perencanaan dan PenginputanRencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027, seluruhproses penyusunan anggaran dilakukan menggunakan Aplikasi WEPC. Digitalisasi tersebut bertujuan meningkatkan akurasi, transparansi, serta kecepatan konsolidasi data antarunit kerjamelalui sistem yang terhubung secara real-time.
Pemanfaatan Aplikasi WEPC tidak hanya menjadi pembaruanadministratif, tetapi juga bagian dari transformasi budaya kerjamenuju sistem yang lebih modern, terukur, dan mampumeminimalkan risiko kesalahan teknis (human error). Melaluiplatform tersebut, setiap unit kerja dapat menyusun perencanaananggaran secara lebih presisi dan terintegrasi dengan pusat data perusahaan.
Kegiatan yang melibatkan jajaran manajemen serta timpenyusun anggaran dari berbagai unit kerja ini difokuskan pada penyelarasan target produksi dengan rencana pembiayaan yang rasional sebagai dasar pengambilan keputusan strategisperusahaan.
Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan bahwa RKAP merupakan pedoman utama dalammenjalankan proses bisnis perusahaan. “RKAP ini adalahsebagai pedoman kita untuk melaksanakan kegiatan proses bisnis yang ada di perusahaan di 2027 nantinya,” ujar Denny.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan strategi pembiayaanyang selaras dengan target operasional perusahaan. “Dalampenyusunan RKAP 2027, intinya kita berharap adanyakeselarasan antara produksi dan biaya. Prinsipnya adalah cost leadership, yaitu bagaimana kita menciptakan efisiensi dan efektivitas di dalam pengusulan biaya tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan cost leadership menuntut setiap unit operasional, baik di sektor on farm maupun off farm, mampumengelola sumber daya secara efisien tanpa mengurangi kualitasmaupun produktivitas.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Akuntansi & Keuangan PTPN IV Regional VII, Dino Hanifa Zen, menekankan pentingnya akurasi, kehati-hatian, dan tanggungjawab dalam setiap usulan anggaran agar selaras dengan target kinerja perusahaan. “Kami berharap seluruh biaya yang akandiusulkan memang sudah mencerminkan dengan tingkat kinerjayang akan kita capai di tahun 2027,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa efisiensi harus menjadi prinsiputama dalam penyusunan anggaran perusahaan. “Jadi kalau bisa, biaya itu selaras dengan produksi yang dihasilkan. Dan kitaharus lebih mengutamakan lagi efisiensi biaya atas semuakegiatan yang akan kita usulkan nanti,” tambahnya.
Selama proses penyusunan RKAP, seluruh tim melakukanpembahasan secara intensif terhadap setiap pos anggaran guna memastikan setiap alokasi investasi maupun biaya operasionalmemberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Melalui perencanaan yang matang, optimalisasi teknologi digital melalui Aplikasi WEPC, serta penerapan prinsip cost leadership, PTPN IV Regional VII optimistis dapat membangun strukturkeuangan yang semakin adaptif terhadap dinamika industri. Langkah tersebut sekaligus memperkuat transformasiperusahaan dalam mewujudkan tata kelola yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, serta mendukung peningkatan dayasaing PTPN Group di industri perkebunan nasional.

Tinggalkan Balasan