RIAU – Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus memperkuat komitmennya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dan mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PalmCo menginisiasi program hilirisasi perikanan dengan memberikan pelatihan intensif kepada 50 perempuan yang berdomisili di sekitar wilayah operasional perusahaan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Kegiatan yang berpusat di Desa Hang Tuah dan Desa Genduang Jaya ini melatih peserta untuk mengolah ikan lele segar menjadi produk turunan, seperti nugget, abon, dan kerupuk. Selain teknik pengolahan dasar, peserta juga dibekali materi mengenai standar pengemasan (packaging) agar produk memenuhi syarat kelayakan jual di pasar yang lebih luas.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap program ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami di PalmCo meyakini bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Pelatihan hilirisasi ini bukan hanya charity, melainkan upaya sistematis untuk mengubah mindset. Dengan memaksimalkan potensi lokal, kami berharap para perempuan ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi keluarga dan menjadikan desa mereka sebagai sentra pangan yang mandiri,” ujar Jatmiko.

Sebagai tindak lanjut, Jatmiko menambahkan bahwa PTPN IV PalmCo merencanakan pemantauan dan pendampingan pasca-pelatihan. Hal ini ditujukan agar kelompok usaha yang terbentuk di Kabupaten Kampar dapat menjaga konsistensi produksi dan memperluas akses pasar mereka secara bertahap.

Pelatihan pengolahan hasil perikanan ini dinilai memberikan alternatif pemanfaatan hasil panen bagi masyarakat setempat. Salah satu perwakilan peserta dari Desa Hang Tuah menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru terkait nilai ekonomis ikan lele.

“Selama ini, kami terbiasa membesarkan lele dan menjualnya langsung saat panen. Lewat pelatihan ini, kami mengetahui bahwa jika lele diolah menjadi nugget atau abon dan dikemas dengan baik, nilai jualnya bisa lebih tinggi. Ini memberikan dorongan bagi kami untuk mulai merintis usaha kelompok mandiri,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan program ini, PTPN IV PalmCo bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kampar. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, John Mainir, menilai pelatihan di sektor hilir ini sejalan dengan upaya daerah dalam mengelola hasil panen peternak ikan.

“Kampar memiliki potensi perikanan air tawar yang cukup besar, namun masih membutuhkan pengembangan di sektor hilirisasi. Pelatihan bagi 50 perempuan ini menjadi salah satu langkah untuk membantu menjaga stabilitas nilai jual ikan saat panen raya, sekaligus membuka peluang usaha mikro baru di pedesaan,” jelas John.