PONTIANAK – Sebanyak 50 kreator digital di Kota Pontianak mengikuti bootcamp affiliate dan live selling yang digelar Folago Academy bersama TikTok Shop Indonesia, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan bagi kreator lokal untuk meningkatkan kemampuan di dunia digital dan pemasaran online.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari dasar menjadi afiliator, membaca insight dan analitik audiens, hingga strategi memilih produk yang sesuai dengan karakter akun masing-masing. Para peserta juga langsung melakukan praktik live selling untuk melatih kemampuan komunikasi dan interaksi dengan penonton secara real time.

Head of Folago Academy, Fajrin Sahaf mengatakan pelatihan ini dirancang agar kreator tidak hanya fokus berjualan, tetapi juga memahami pola perilaku audiens agar performa akun semakin berkembang.

“Setiap akun punya karakter berbeda, jadi peserta diajarkan bagaimana membaca audiens, memilih produk yang tepat, dan membangun interaksi saat live,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat membuka peluang baru bagi masyarakat Pontianak untuk berkembang di industri ekonomi digital melalui dunia affiliate dan live commerce.

“Kita ingin affiliate bukan sekadar tren, tapi bisa menjadi peluang karier dan sumber penghasilan baru bagi kreator lokal,” katanya.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari TikTok Shop Indonesia. Senior Creator & Account Manager TikTok Shop Indonesia, Vildza Yumna, mengatakan pihaknya memberikan berbagai dukungan bagi peserta agar lebih siap menjalankan live selling.

“Kita support kreator Pontianak lewat produk, voucher, sampai subsidi live supaya mereka lebih percaya diri saat praktik,” jelasnya.

Menurut Vildza, Pontianak menjadi kota pertama di Kalimantan Barat yang mendapatkan program pelatihan khusus bersama Folago Academy karena tingginya antusiasme kreator lokal terhadap dunia affiliate.

Salah satu peserta asal Kabupaten Sanggau, Julia Citra, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti pelatihan, terutama dalam membangun interaksi dengan penonton saat live berlangsung.

“Awalnya bingung bagaimana menjaga suasana saat live sepi komentar, tapi di sini diajarkan cara tetap interaktif dan percaya diri,” ungkapnya.

Selama sesi praktik, peserta memasarkan berbagai produk kecantikan dan kebutuhan sehari-hari sambil belajar meningkatkan engagement dan potensi penjualan melalui live streaming. (Ara)