PONTIANAK – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, turut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapan panen raya jagung untuk Kuartal III tahun 2025, yang diselenggarakan di Mapolda Kalbar, Senin (23/6/2025).

Dalam forum tersebut, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah atas komitmen dan dukungannya terhadap implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya panen serentak jagung kuartal II yang dinilai sukses.

Menurut Irjen Pipit, hasil sampling dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi jagung di wilayah yang menggunakan metode tanam berbasis teknologi mikroba (MIGO) – seperti di Bengkayang – berada di atas rata-rata hasil metode konvensional.

“Kami berharap semangat ini tetap terjaga dan bahkan meningkat saat memasuki panen raya di kuartal III, tentunya dengan tetap berpedoman pada SOP penanaman jagung MIGO,” ujar Kapolda dalam sesi evaluasi.Untuk mendukung kelancaran panen pada kuartal berikutnya, Polda Kalbar telah menyusun strategi terpadu, meliputi:

  • Penguatan sektor hulu, termasuk pembentukan demplot (demonstration plot)

  • Pendampingan intensif kepada petani

  • Inovasi peningkatan produktivitas

  • Kepastian pemasaran dan harga

  • Pemantauan perluasan areal tanam

  • Pengendalian mutu hasil panen

Kapolda menyebutkan bahwa luas lahan yang dijadwalkan panen pada periode Juli–September 2025 mencapai sekitar 1.512,64 hektare.

Rakor ini menjadi bagian dari sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan stakeholder pertanian dalam mengakselerasi swasembada jagung di Kalimantan Barat.