PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendorong pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan guna memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ria Norsan saat menghadiri dialog nasional terkait transformasi pengelolaan sawit berkelanjutan yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peran strategis di Kalimantan Barat dengan luas lahan mencapai lebih dari dua juta hektare dan menjadi sumber penghidupan bagi ratusan ribu kepala keluarga.

“Pengelolaan sawit harus terus dioptimalkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya hilirisasi industri sawit agar nilai tambah tidak hanya dinikmati di luar daerah, melainkan juga mampu meningkatkan ekonomi lokal.

Selain itu, Ria Norsan juga menyoroti dampak penertiban kawasan hutan terhadap kebun masyarakat. Ia memastikan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi, khususnya bagi pekebun kecil.

“Kita berupaya agar kebun masyarakat, terutama skala kecil, tetap bisa dimanfaatkan,” katanya.

Ia juga mengakui penerapan standar keberlanjutan seperti Indonesian Sustainable Palm Oil masih menjadi tantangan bagi pekebun swadaya.

Karena itu, diperlukan dukungan berupa penyediaan bibit unggul, akses pupuk, pendampingan, serta kemudahan pembiayaan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk memperkuat sektor sawit agar tetap berdaya saing sekaligus berkelanjutan.

“Dengan sinergi yang kuat, sawit tidak hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Dialog nasional tersebut diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sawit yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan, khususnya di Kalimantan Barat. (Ara)