Menteri Wihaji Salurkan Program MBG untuk Bumil dan Busui di Pontianak
PONTIANAK – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Wihaji, melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (7/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau sekaligus menyalurkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan program prioritas Presiden dalam Kabinet Merah Putih 2024–2029 berjalan optimal di daerah. Dalam kesempatan itu, Wihaji juga melihat langsung proses distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Menurutnya, program MBG tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita guna meningkatkan kualitas gizi keluarga sekaligus mencegah stunting sejak dini.
“Program ini merupakan tugas yang diberikan Presiden kepada kami, termasuk kepada Tim Pendamping Keluarga di seluruh Indonesia untuk memastikan makanan bergizi bagi bumil, busui, dan balita sampai kepada penerima manfaat,” ujar Wihaji saat diwawancarai di Aula Serba Guna PMI Provinsi Kalbar.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang dinilai berperan penting dalam kelancaran distribusi program MBG di lapangan. Menurutnya, sebagian daerah telah menjalankan program tersebut dengan baik meski masih terdapat wilayah yang perlu terus didorong agar distribusinya lebih optimal.
“Dengan dukungan pemerintah daerah, program ini sudah berjalan. Yang sudah berjalan kita pastikan terus berlanjut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan, Wihaji juga memberikan arahan kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas langsung di masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran para pendamping dalam memberikan edukasi gizi serta menjadi contoh penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung tantangan distribusi di sejumlah daerah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Pemerintah pusat, kata dia, tengah menyiapkan solusi untuk mendukung mobilitas petugas di lapangan, termasuk rencana penyediaan sarana transportasi operasional.
“Kami sedang memproses bantuan transportasi agar pelayanan bisa lebih mudah menjangkau masyarakat, terutama di daerah yang aksesnya sulit,” jelasnya.
Melalui kunjungan kerja ini, pemerintah berharap pelaksanaan program MBG di daerah semakin optimal serta memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas gizi ibu dan anak di Indonesia. (Ara)

Tinggalkan Balasan