SAMBAS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali menghadirkan program Gema Membangun Desa (GMD) di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah mendekatkan pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah hadir langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan berbagai layanan sekaligus menyerap aspirasi warga.

“Melalui Gema Membangun Desa, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan secara langsung dan pembangunan desa terus berjalan untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Norsan saat membuka kegiatan di Desa Temajuk, Minggu (14/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh berbagai layanan seperti administrasi kependudukan, pembayaran pajak kendaraan, pemeriksaan kesehatan gratis, gerakan pangan murah, bantuan sosial, hingga bantuan rumah ibadah.

Selain pelayanan publik, Norsan juga menyoroti besarnya potensi wisata dan ekonomi yang dimiliki Temajuk. Menurutnya, kawasan perbatasan ini memiliki keindahan alam yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat jika dikelola secara maksimal.

“Temajuk memiliki potensi wisata yang luar biasa. Jika dikembangkan dengan baik, sektor pariwisata dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi desa,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana aktivasi jalur perlintasan Temajuk-Teluk Melano, Malaysia, yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus mendatang. Pembukaan akses tersebut diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan, perdagangan lintas batas, serta aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan.

“Terbukanya akses Temajuk-Teluk Melano akan menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kalimantan Barat, khususnya di wilayah perbatasan,” tegasnya.

Dengan status Temajuk sebagai desa mandiri, Pemerintah Provinsi Kalbar berharap kawasan ini mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus destinasi wisata unggulan di perbatasan Indonesia-Malaysia. (Ara)