Aliansi Masyarakat Pontianak, Hendra Kurniawan Klaim Jadi Korban Pemukulan Duluan saat Demo yang Dilakukan Mahasiswa
PONTIANAK – Perwakilan Aliansi Masyarakat Kota Pontianak, Hendra Kurniawan, menyoroti kekerasan dan pembakaran ban dalam rangkaian aksi demonstrasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (20/10/2026).
Aliansi mengklaim sejumlah insiden terjadi di sekitar halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat dan Bundaran Digulis. Peristiwa tersebut disebut mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka serta mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Menurut keterangan yang disampaikan Hendra, sekitar pukul 15.30 WIB, pihaknya melihat adanya pembakaran ban yang dinilai mengganggu arus lalu lintas. Situasi kemudian disebut memanas ketika massa tiba di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat sekitar pukul 16.00 WIB.
Aliansi mengklaim sejumlah peserta aksi melemparkan ban yang masih menyala ke arah perwakilan masyarakat dan petugas pengamanan.
Ketegangan kembali terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Bundaran Digulis. Hendra mengaku berupaya meminta penjelasan kepada orator aksi mengenai pembakaran ban dan mengajak peserta demonstrasi memadamkan api.
Namun, menurut keterangan aliansi, seorang peserta aksi diduga memukul wajah Hendra ketika ia sedang berbicara dengan orator. Insiden itu kemudian memicu reaksi dari sejumlah orang yang mengejar terduga pelaku ke arah kawasan kampus.
Hendra menyatakan pihaknya tidak menolak demonstrasi sebagai sarana menyampaikan aspirasi. Ia menegaskan bahwa penyampaian pendapat perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan ketertiban umum dan keselamatan masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami mendukung penuh aksi demonstrasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat. Namun, kami berharap aksi tersebut dilakukan secara persuasif dan tertib, tanpa tindakan anarkis, pembakaran, pemukulan, maupun perusakan fasilitas umum yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu aktivitas pengguna jalan,” ujar Hendra.
Aliansi juga membandingkan kejadian tersebut dengan aksi mahasiswa di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat pada hari yang sama. Menurut mereka, aksi di lokasi tersebut berlangsung tertib tanpa pembakaran dan perusakan fasilitas umum.
Hendra berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta mengedepankan penyampaian aspirasi secara damai. Ia menilai hak menyampaikan pendapat perlu dihormati, tetapi pelaksanaannya juga harus mempertimbangkan hak masyarakat lain untuk beraktivitas dengan aman.

Tinggalkan Balasan