KETAPANG – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Gedung Pancasila, Kabupaten Ketapang, sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok pasca-Idulfitri 2026.

Program tersebut bertujuan menekan laju inflasi sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau.

Sejak siang hari, ratusan warga memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan paket bahan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah memberikan subsidi terhadap sejumlah komoditas. Besaran subsidi bahkan ditambah untuk meringankan beban masyarakat.

“Jika harga pasar sekitar Rp120 ribu, disubsidi menjadi Rp90 ribu. Karena antusiasme masyarakat tinggi, subsidi kembali ditambah sehingga cukup membayar Rp50 ribu per paket,” ujar Norsan, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan, program Gerakan Pangan Murah merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan harga di pasaran.

Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan stok pangan di Kalimantan Barat dalam kondisi aman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari intervensi pemerintah, khususnya pasca momentum hari raya. (Ara)