KAPUAS HULU – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau secara langsung proyek peningkatan Jembatan Sejiram–Semitau di Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa 16 September 2025.

Pembangunan yang bersumber dari APBD Provinsi Kalbar tahun 2025 ini diproyeksikan menjadi solusi atas permasalahan banjir yang kerap memutus jalur transportasi di kawasan tersebut.

Norsan menjelaskan, jembatan lama yang berbahan kayu akan diganti dengan konstruksi baja sekaligus ditinggikan elevasinya agar tetap dapat difungsikan meski terendam banjir.

“Setiap kali banjir, warga kesulitan melintas. Karena itu, jembatan ini ditinggikan dan diganti dengan rangka baja agar lebih tahan lama,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di Kalbar diprioritaskan pada daerah pedalaman yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Kalau ditutup kepala, kaki kelihatan, kalau ditutup kaki, kepala kelihatan. Maka, yang diutamakan adalah yang paling mendesak, salah satunya jembatan ini,” tegasnya.

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan apresiasi atas proyek peningkatan jembatan itu.

Menurutnya, banjir tahunan di wilayah tersebut kerap menghambat distribusi kebutuhan pokok karena akses antara Kecamatan Semitau dan Suhaid terputus.

“Kalau banjir, barang tidak bisa masuk sehingga harga kebutuhan masyarakat melonjak. Dengan adanya peningkatan jembatan ini, distribusi ke Semitau akan lebih lancar. Tinggal akses ke Suhaid yang juga perlu perhatian ke depan,” kata Fransiskus.

Dia berharap rampungnya pembangunan jembatan Sejiram-Semitau dapat memperlancar mobilitas warga, arus barang, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Kapuas Hulu, meskipun terjadi banjir.