JAKARTAUpaya PTPN IV PalmCo melakukan transformasi pengelolaan sumberdaya manusia (SDM) berbasis digital memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Dalam ajang Indonesia Human Capital Brilliance Awards 2025 (IHCBA 2025), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara ini meraih predikat Platinum sebagaiNational Champion untuk kategori The Most Brilliant Human Capital Sustainability Strategy of The Year 2025.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara yang diselenggarakan Business Update, dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Dalam Negeri, serta Forum Human Capital Indonesia (FHCI), di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Tak hanya pada level korporasi, apresiasi juga diberikan kepada jajaran pimpinanPTPN IV PalmCo. Direktur Utama Jatmiko K. Santosa dinobatkan sebagai The Most Brilliant CEO in Human Capital Transformation, sementara Direktur SDM dan Teknologi Informasi Suhendri meraih gelar The Most Brilliant Chief Human Capital Officer of The Year 2025.

Ketua Dewan Juri IHCBA 2025 menilai PTPN IV PalmCo berhasil menunjukkanpraktik pengelolaan SDM yang adaptif terhadap tantangan industri, terutama dalamkonteks sektor sawit yang padat karya dan tersebar secara geografis.

Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo Suhendri mengatakan, tantangan utamaperusahaan saat ini adalah mengelola sekitar 70.000 tenaga kerja yang tersebar di lebih dari 150 unit kebun dan pabrik, dengan total areal mencapai lebih dari 500.000 hektare.

Sebagai perusahaan padat karya, tantangan kami adalah memastikan jumlahtenaga kerja yang besar ini benar-benar memberikan dampak pada produktivitas, pendapatan, dan efisiensi biaya per orang,” ujar Suhendri usai menerimapenghargaan.

Menurut dia, pendekatan pengelolaan konvensional tidak lagi memadai untukmengawasi aktivitas di area yang sangat luas. Karena itu, PTPN IV PalmComempercepat transformasi digital melalui pembangunan PalmCo Business Cockpit, sebuah platform berbasis Internet of Things (IoT), drone, dan sensor.

Platform tersebut memungkinkan pemantauan kinerja secara real time dan terautomatisasi, dari tingkat kantor pusat hingga manajer unit di lapangan.

Perkembangan pekerjaan bisa dipantau harian secara live. Ini menjadi tulangpunggung pengambilan keputusan berbasis data,” kata Suhendri.

Namun, ia menegaskan, digitalisasi bukan semata soal teknologi. Tantanganterbesarnya justru pada peningkatan kompetensi SDM agar mampu beradaptasidengan perubahan tersebut.

“Kami tidak hanya membangun sistem, tetapi juga mengubah pola pikir. Targetnya, tenaga kerja kami mampu bekerja sebagai modern farmers yang akrab denganteknologi,” ujarnya.

Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo menambahkan, penghargaan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan menyelaraskan strategi bisnis dengan pengelolaan SDM yang berorientasi pada manusia.

Di PTPN IV PalmCo, kata Ugun, karyawan tidak lagi dipandang sekadar sebagaifaktor produksi, melainkan sebagai mitra strategis.

“Kesehatan perusahaan sangat ditentukan oleh kesiapan dan kesejahteraan SDM-nya,” ujarnya.

Ia menilai, dengan wilayah operasional yang membentang dari Aceh hinggaSulawesi, pengawasan berbasis kehadiran fisik pimpinan di lapangan sudah tidakrelevan.

Dulu, kinerja ditentukan oleh seberapa jauh langkah kaki pemimpinmengelilingi kebun. Hari ini, hal itu mustahil tanpa dukungan teknologi,” kata Ugun.

Terkait kesenjangan literasi digital di kalangan pekerja lapangan, Ugun optimistis haltersebut dapat diatasi. Ia mencontohkan keberhasilan adopsi teknologi di sektorinformal, seperti pengemudi ojek daring.

“Kami menyediakan aplikasi pembelajaran mandiri di gawai karyawan, semacamasisten digital internal. Mereka bisa bertanya soal teknis pekerjaan, termasukperhitungan hasil panen. Proses belajar menjadi lebih cepat dan inklusif,” ujarnya.

Penghargaan ini, menurut manajemen PTPN IV PalmCo, menjadi pemacu untukterus berinovasi di tengah tantangan perubahan iklim, tuntutan keberlanjutan global, serta dinamika regulasi industri sawit.

Dengan digitalisasi pengelolaan SDM, perusahaan berharap puluhan ribukaryawannya dapat tumbuh bersama, sekaligus memperkuat daya saing industrisawit nasional di masa depan.