Bupati Sujiwo Pastikan Petugas Karhutla Tak Terlantar, Konsumsi dan Operasional Ditanggung
KUBU RAYA – Kabupaten Kubu Raya tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi di Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat cuaca kering dan suhu udara tinggi.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan pentingnya kesiapsiagaan penuh seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Ia memastikan tidak ada petugas yang diterjunkan ke lapangan tanpa dukungan logistik dan operasional yang memadai.
“Kubu Raya ini rawan karhutla. Titik panasnya tinggi, sehingga semua elemen harus benar-benar siap. Jangan sampai ada anggota yang turun memadamkan api kemudian terlantar,” kata Sujiwo saat memberikan arahan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (22/1/2026).
Sujiwo menyatakan kesiapannya untuk menanggung seluruh kebutuhan dasar petugas di lapangan, mulai dari konsumsi hingga bahan bakar minyak (BBM), baik melalui anggaran pemerintah daerah maupun dana pribadi.
“Saya akan bertanggung jawab penuh. Makan, minum, BBM, dan kebutuhan lainnya akan kita back up dari anggaran pemerintah dan juga dari pribadi saya,” ujarnya.
Menurut Sujiwo, dukungan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para petugas yang telah mengorbankan tenaga, waktu, dan pikiran dalam upaya pemadaman karhutla. Ia menegaskan bahwa petugas tidak boleh dibebani biaya pribadi saat menjalankan tugas negara.
“Jangan sampai mereka sudah berkorban di lapangan, tetapi masih harus mengeluarkan uang sendiri untuk mencari BBM atau makan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah bersama negara hadir secara penuh dalam penanganan karhutla. Sujiwo bersama Wakil Bupati Kubu Raya menyatakan siap bertanggung jawab terhadap konsekuensi anggaran yang timbul dari upaya pemadaman.
“Saya tegaskan, pemerintah, negara, saya dan Wakil Bupati akan bertanggung jawab terhadap konsekuensi anggaran, baik secara pribadi maupun dalam kapasitas sebagai Bupati,” katanya.
Dengan adanya jaminan tersebut, Sujiwo meminta Kapolres dan Dandim di wilayah Kubu Raya untuk tidak ragu mengerahkan personel dalam penanganan karhutla.
“Tidak perlu ragu menggerakkan personel. Sekarang sudah ada garansi,” pungkasnya. (Ara)

Tinggalkan Balasan