Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Pengamanan Aset, PTPN IV Jalin Sinergi Strategis dengan Polda Sumsel
PALEMBANG – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo terus memperkuat sinergi kelembagaan dengan aparat penegak hukum guna mendukung keberlanjutan operasional perusahaan yang aman dan kondusif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Arya Shandiyudha, bersama Region Head PTPN IV Regional VII Denny Ramadhan dengan Kapolda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Pertemuan yang berlangsung di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi, khususnya dalam aspek pengamanan aset perusahaan, penegakan hukum terhadap tindak pidana di lingkungan perkebunan, serta dukungan terhadap keberlanjutan operasional perusahaan di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif, kedua belah pihak membahas berbagai isu strategis terkait pengamanan aset perkebunan dan upaya menjaga stabilitas operasional perusahaan yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan serta perekonomian nasional.
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Arya Shandiyudha, menyampaikan bahwa penguatan hubungan kelembagaan dengan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Menurutnya, hubungan antara PTPN IV Regional VII dan Polda Sumatera Selatan selama ini telah terjalin dengan baik melalui berbagai bentuk koordinasi dan komunikasi di lapangan. Ke depan, kedua belah pihak menjajaki peluang penguatan kolaborasi yang lebih terstruktur guna menciptakan pola kerja sama yang jelas dan komprehensif.
Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah sinergi penegakan hukum terhadap tindak pidana pencurian kelapa sawit beserta jaringan penadahnya yang selama ini menjadi salah satu tantangan di sektor perkebunan. PTPN IV saat ini juga tengah memperkuat sistem pengamanan internal melalui pembentukan tim intelijen internal perusahaan yang diharapkan dapat mendukung langkah-langkah preventif serta penegakan hukum oleh aparat kepolisian.
Selain persoalan pencurian produksi, pertemuan tersebut juga membahas langkah strategis dalam pengamanan aset perusahaan yang berkaitan dengan penyerobotan maupun pendudukan lahan. Mengingat sebagian lahan operasional yang dikelola Regional VII masih merupakan aset PTPN I, koordinasi ke depan akan melibatkan PTPN I, PTPN IV, dan Polda Sumatera Selatan secara bersama-sama melalui pembentukan tim khusus sebagai penghubung teknis di lapangan.
Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Polda Sumatera Selatan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan perhatian yang diberikan oleh Polda Sumatera Selatan terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi perusahaan. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis berbagai tantangan terkait pengamanan aset maupun produksi dapat ditangani secara lebih efektif. Keamanan dan keberlanjutan operasional perusahaan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Denny.
Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, menyambut baik langkah penguatan koordinasi tersebut. Menurutnya, keberadaan perusahaan perkebunan memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah maupun nasional, sehingga perlu didukung melalui situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Polda Sumatera Selatan menegaskan kesiapannya dalam mendukung upaya pengamanan aset dan penegakan hukum yang memberikan manfaat bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar.
Melalui pertemuan ini, PTPN IV dan Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmen bersama untuk terus meningkatkan koordinasi dan membangun sistem pengamanan yang lebih efektif demi terciptanya iklim usaha perkebunan yang aman, produktif, dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan