Penyedia Logistik Hadapi Tantangan Dalam Pengadaan Wadah Makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis
PONTIANAK – Program makan bergizi gratis yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto di berbagai daerah mengalami kendala serius dalam pengadaan food tray atau wadah makanan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh praktik percaloan yang menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga yang tidak wajar di pasar.
Muhammad Taufik, salah satu penyedia logistik yang terlibat dalam pengadaan program ini, menyatakan kesulitannya dalam menemukan food tray sesuai spesifikasi pemerintah yang mensyaratkan ukuran 28 x 22 x 6 cm.
Taufik mengungkapkan bahwa di pasar banyak tersedia food tray dengan ukuran 4 cm yang tidak memenuhi standar teknis yang diperlukan untuk program ini.
“Banyak calo yang tidak memiliki modal yang jelas, yang hanya mengambil keuntungan dengan meningkatkan harga barang secara tidak wajar,” ujar Taufik, yang juga berkomitmen untuk mendukung kelancaran distribusi logistik program makan bergizi gratis.
Harga food tray di pasaran saat ini terpantau melonjak tinggi.
Adhit, mitra Taufik dalam pengadaan, mengungkapkan bahwa harga barang bisa mencapai Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per unit, sementara harga normalnya jauh lebih rendah.
Beberapa penyedia juga mematok pembelian dalam jumlah besar yang tidak sesuai dengan kebutuhan proyek ini.
Meskipun ukuran food tray dengan tinggi 4 cm banyak beredar, Taufik menegaskan bahwa ukuran tersebut tidak dapat digunakan karena tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Untuk memastikan kelancaran program, Taufik mengajak penyedia lain yang memiliki akses ke food tray yang sesuai spesifikasi untuk bekerja sama.
Ia juga membuka peluang kerja sama untuk membantu program pemerintah agar dapat berjalan dengan lancar.
Taufik mengundang pihak-pihak terkait yang ingin bekerja sama untuk menghubungi dirinya melalui nomor telepon: +62 897-5389-211.

Tinggalkan Balasan