SINGKAWANG – Sebanyak 1.100 pengendara motor trail atau rider mengikuti Singkawang Trail Wisata 2026 yang digelar di Pantai Pak Lotay, Pasir Panjang, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara tersebut dinilai berpotensi menjadi sarana promosi pariwisata Kalimantan Barat, sekaligus mendorong pengembangan olahraga otomotif di daerah.

Singkawang Trail Wisata 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Pemerintah Kota Singkawang dan Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, membuka kegiatan sekaligus melepas para peserta untuk menjajal lintasan yang telah disiapkan panitia. Ia juga turut mengikuti kegiatan trail bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang.

Krisantus mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai 1.100 orang menunjukkan besarnya minat terhadap olahraga motor trail di Kalimantan Barat.

“Ini luar biasa. Kemarin di Sanggau pesertanya sekitar 800 orang, sedangkan sekarang di Singkawang mencapai 1.100 orang. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rider yang telah datang untuk memeriahkan kegiatan ini,” ujarnya.

Krisantus menilai kegiatan motor trail dapat dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata berbasis olahraga dan alam. Selain menjadi ajang bagi para penggemar otomotif, kegiatan tersebut juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan destinasi wisata Kalimantan Barat kepada pengunjung dari luar daerah.

Ia menyebut peserta Singkawang Trail Wisata 2026 tidak hanya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri, termasuk Tiongkok dan Thailand.

Kehadiran peserta mancanegara dinilai dapat memperluas jangkauan promosi pariwisata Kalimantan Barat, terutama jika kegiatan serupa dikembangkan secara berkelanjutan dengan pengelolaan yang baik.

Krisantus berharap kegiatan trail wisata dapat diselenggarakan secara bergiliran di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Dengan begitu, setiap daerah berkesempatan memperkenalkan potensi alam dan destinasi unggulannya kepada peserta maupun pengunjung.

“Saya ingin wisata alam menggunakan motor trail menjadi salah satu kegiatan olahraga dan pariwisata di Kalimantan Barat. Ke depan, saya berharap kabupaten dan kota lainnya juga menyelenggarakan kegiatan serupa dengan kualitas yang semakin baik dan jumlah peserta yang terus meningkat,” ungkapnya.

Ia juga berharap Singkawang Trail Wisata dapat terus berkembang hingga menjadi agenda berskala internasional. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata daerah dan mendorong kunjungan wisatawan dari luar Kalimantan Barat.

Di tengah meningkatnya minat terhadap olahraga motor trail, Krisantus mengingatkan peserta agar tetap mengutamakan keselamatan selama mengikuti kegiatan.

Menurutnya, olahraga ini membutuhkan keterampilan berkendara, kondisi fisik yang baik, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di lintasan.

Karena itu, peserta diminta mematuhi arahan panitia, memperhatikan kondisi jalur, dan menyesuaikan kecepatan dengan kemampuan masing-masing.

“Motor trail merupakan olahraga yang mengasah keterampilan, kemampuan fisik, dan keberanian. Namun, keberanian harus tetap disertai tanggung jawab dan perhatian terhadap keselamatan,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan Singkawang Trail Wisata 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap kegiatan olahraga otomotif dapat berkembang seiring dengan promosi destinasi alam dan penguatan sektor pariwisata daerah.