PONTIANAKHolding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V menggelar Field Day Panen Bersih di Kebun Ngabang dan Kebun Gunung Meliau sebagai bagian dariupaya memperkuat implementasi standar panen berkualitas di seluruh unit operasional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkandisiplin pelaksanaan panen, meminimalkan kehilangan hasil(losses) di lapangan, serta menjaga mutu tandan buah segar (TBS) guna mendukung peningkatan produktivitas dan kinerjaperusahaan secara berkelanjutan.

Brondolan yang tertinggal di piringan maupun TempatPengumpulan Hasil (TPH) berpotensi tumbuh menjaditukulan yang dapat mengganggu pemeliharaan tanamansekaligus mengakibatkan kehilangan hasil panen. Karena itu, setiap proses panen harus dilaksanakan sesuai standaroperasional agar seluruh potensi produksi dapatterselamatkan.

Field Day dipimpin oleh Head of PMO Investasi TanamanWilayah Kalimantan Barat, Ahmad Ridwan, dan diikuti oleh Manajer Kebun Ngabang, Manajer Kebun Gunung Meliau, Asisten Kepala, Asisten Afdeling, Mandor Panen, sertaKepala Inspeksi. Kegiatan tersebut diisi dengan evaluasilangsung terhadap pelaksanaan panen di lapangan, mulai dariteknik pemotongan tandan, pengutipan brondolan, penataanhasil panen di TPH, hingga penyamaan persepsi mengenaistandar panen berkualitas.

Dalam arahannya, Ahmad Ridwan menegaskan bahwa panenmerupakan ujung tombak pencapaian produksi perusahaan. Oleh karena itu, setiap insan operasional harus memastikanseluruh tahapan panen dilaksanakan sesuai standar sehinggatidak terjadi kehilangan hasil.

Indikator panen berkualitas harus menjadi perhatian seluruhjajaran operasional. Pastikan tidak ada buah mentah yang dipanen, tidak ada tandan matang yang tertinggal di pokok, seluruh brondolan dikutip hingga tuntas, dan hasil panensegera diangkut ke TPH dalam kondisi yang baik. Dengandisiplin menjalankan standar tersebut, kita dapat menekanlosses hingga mendekati nol sekaligus menjaga produktivitasdan rendemen kebun,” ujar Ahmad Ridwan.

Ia menjelaskan bahwa panen bersih bukan hanyamenyelesaikan pekerjaan memotong tandan, tetapimemastikan seluruh hasil produksi berhasil diselamatkan.

Setiap butir brondolan memiliki nilai ekonomi. Jika seluruhtim memiliki kepedulian dan disiplin yang sama terhadapkualitas panen, maka efisiensi operasional akan meningkat, kualitas hasil tetap terjaga, dan target produksi perusahaandapat dicapai secara optimal. Field Day ini menjadimomentum untuk menyamakan persepsi dan memperkuatkomitmen seluruh jajaran agar budaya panen berkualitasditerapkan secara konsisten di setiap afdeling,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Ridwan juga menyerahkanpenghargaan kepada afdeling yang dinilai berhasilmenerapkan prinsip panen bersih sebagai bentuk apresiasi ataskomitmen dan konsistensi dalam menjaga kualitas panen di lapangan. Penghargaan diberikan kepada Afdeling II Kebun Gunung Meliau dan Afdeling III Kebun Ngabang yang dinilai mampu menerapkan standar panen berkualitas, terutama dalam memastikan tidak adanya tandan tinggal, pengutipan brondolan secara tuntas, serta menekan potensikehilangan hasil (losses). Penghargaan tersebut diterimalangsung oleh masing-masing Asisten Afdeling sebagairepresentasi tim operasional yang telah menunjukkan kinerjaterbaik dalam penerapan panen bersih.

Melalui kegiatan Field Day ini, PTPN IV Regional V berharap budaya panen berkualitas semakin mengakar di seluruh unit kerja. Dengan disiplin menerapkan standaroperasional panen, perusahaan optimistis produktivitas, efisiensi operasional, serta kualitas hasil panen akan terusmeningkat sebagai bagian dari upaya mewujudkanperkebunan kelapa sawit yang berdaya saing dan berkelanjutan.