RSUD SSMA Catat Skor Memuaskan dalam Survei Kepuasan Publik Triwulan II 2025
PONTIANAK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak kembali menunjukkan performa layanan yang positif dengan meraih nilai 86,55 dalam Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk periode 1 April hingga 30 Juni 2025. Survei ini melibatkan 345 responden, dan hasilnya mengindikasikan bahwa sebagian besar pengguna layanan merasa puas terhadap mutu pelayanan yang diberikan.
Capaian tersebut memperkuat posisi RSUD SSMA sebagai salah satu institusi kesehatan yang dipercaya masyarakat di wilayah Pontianak dan sekitarnya.
Direktur RSUD SSMA, dr. Eva Nurfarihah, menyampaikan bahwa hasil survei ini mencerminkan dedikasi seluruh tenaga kesehatan dan staf rumah sakit. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya masih terus berbenah.
“Kami terbuka terhadap kritik dan saran. Isu seperti waktu tunggu, keramahan pelayanan, serta fasilitas masih kami evaluasi terus-menerus,” jelasnya, Rabu (25/6/2025).
Upaya peningkatan mutu dilakukan melalui penerapan layanan berbasis teknologi, seperti Sistem Informasi Pelayanan Terintegrasi (Sipinter) dan aplikasi Simponi Cinta, yang memudahkan akses layanan dan pemantauan status pasien secara daring.
“Inovasi digital ini dirancang untuk membuat pelayanan lebih cepat, efisien, dan transparan,” tambah Eva.
Kepuasan juga diungkapkan sejumlah pasien. Eva Merry (55), warga Jalan Husein Hamzah, yang telah lama menjalani terapi di rumah sakit ini, mengaku merasa nyaman dengan pelayanan yang ramah dan profesional.
“Perawatnya baik, satpam pun sopan. Saya sangat nyaman berobat di sini,” ujarnya.
Meski demikian, ia berharap sistem pengambilan obat bisa dipercepat, karena beberapa kali harus menunggu cukup lama.
“Kadang harus menunggu hingga sore, kasihan kalau pasien lansia menunggu terlalu lama,” keluhnya.
Hal serupa diutarakan Hamonangan Silitonga (65) yang menyebut bahwa selama tiga tahun berobat di RSUD SSMA, ia selalu mendapat pelayanan yang profesional dan responsif.
“Seluruh riwayat pengobatan saya terdokumentasi dengan rapi, dan semua petugas bekerja dengan sigap,” katanya.
Santi (45), pasien penyakit dalam, juga menilai sistem antrean online di rumah sakit ini sangat membantu.
“Kalau kita ikuti prosedur, semuanya berjalan lancar. Pelayanannya cepat dan tertata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan