Ria Norsan Dorong Stabilitas dan Akselerasi Ekonomi Syariah pada Kick Off SERAMBI 2026
PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan syariah saat membuka Kick Off SERAMBI 2026 dan Halal Fair Kalbar di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kamis (19/2/2026).
Dalam sambutannya, Ria Norsan menyatakan SERAMBI bukan sekadar agenda rutin Ramadan, tetapi merupakan instrumen kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Idul Fitri.
Menurutnya, momentum Ramadan perlu dikelola secara terukur agar mampu mendorong konsumsi domestik tanpa memicu lonjakan inflasi.
“Kita ingin pertumbuhan yang sehat. Ramadan memang mendorong konsumsi, tetapi stabilitas harga harus dijaga melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, pengendalian harga, serta komunikasi publik yang efektif,” ujarnya.
Ia menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada 2026 yang diproyeksikan berada pada kisaran 5,5 hingga 6 persen. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut harus ditopang oleh fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Ria Norsan menyoroti arah pembangunan ekonomi Kalbar yang difokuskan pada hilirisasi komoditas unggulan serta penguatan ketahanan pangan berkelanjutan. Strategi tersebut dinilai mampu menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing daerah.
“Kita tidak ingin pertumbuhan yang semu. Ekonomi Kalbar harus kokoh, inflasinya terkendali, dan manfaatnya dirasakan secara inklusif oleh masyarakat,” tegasnya.
Selain stabilitas makro, ia juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Kalimantan Barat dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat industri halal baru di Indonesia, didukung sektor UMKM, fesyen muslim, serta produk makanan dan minuman halal.
Melalui Halal Fair Kalbar, Pemerintah Provinsi berkomitmen memperluas akses pasar, mendorong percepatan sertifikasi halal, serta memperkuat literasi dan digitalisasi transaksi, termasuk penggunaan QRIS.
“Ekonomi syariah bukan hanya soal label halal, tetapi membangun ekosistem yang terintegrasi, produktif, dan berdaya saing. SERAMBI 2026 harus menjadi titik akselerasi transformasi ekonomi daerah,” pungkasnya. (Ara)

Tinggalkan Balasan