Holding Perkebunan Nusantara Perluas Jejak Teh Indonesia, Produk PTPN I Masuk Gerai Legendaris Twinings London
JAKARTA – Komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalammemperkuat daya saing komoditas perkebunan Indonesia di pasar global kembalimenunjukkan hasil positif. Salah satu produk teh premium yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) kini dipasarkan di gerai teh legendaris Twinings di London, Inggris.
Twinings yang berdiri sejak tahun 1706 dikenal sebagai salah satu ikon industri tehdunia dengan proses kurasi yang ketat terhadap produk-produk yang dipasarkan. Kehadiran teh produksi PTPN I di salah satu etalase gerai tersebut menjadipengakuan atas kualitas produk teh Indonesia yang mampu bersaing denganberbagai teh premium dari negara-negara produsen utama dunia.
Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, mengatakan perusahaan terusmemperluas penetrasi pasar internasional sekaligus memperkuat posisi tehIndonesia pada segmen premium dunia. Menurutnya, kepercayaan Twinings sertaberbagai jaringan hospitality kelas dunia yang menggunakan teh produksi PTPN I menjadi indikator kuat atas reputasi dan konsistensi kualitas produk yang dihasilkanperusahaan.
“Mengandalkan konsistensi kualitas teh premium dari bentangan areal perkebunanteh terbesar di dunia dalam satu manajemen korporasi PTPN I optimistis bersaingdengan produsen negara lain. Negara Kenya, India, dan Sri Lanka yang selama inimemiliki reputasi tinggi, perlahan akan digeser oleh teh produk Indonesia yang ditopang oleh PTPN I,” kata Aris.
Ia menjelaskan, performa operasional komoditas teh PTPN I saat ini berada pada kondisi yang solid. Kinerja tersebut didukung oleh luas areal tanaman menghasilkanserta peningkatan produktivitas yang terus menunjukkan tren positif.
“Saat ini, total areal tanaman menghasilkan teh yang dikelola oleh PTPN I mencapai12,7 ribu hektare. Dari luasan tersebut, hingga Mei 2026, kami telah berhasilmembukukan total produksi sebesar 11,6 juta kilogram, dengan tingkat produktivitasmencapai 912 kilogram per hektare,” ujarnya.
Secara historis, produksi teh kering PTPN I juga menunjukkan tren yang terusmenguat. Pada 2022, produksi mencapai 29,05 juta kilogram dengan produktivitassebesar 1.685 kilogram per hektare. Produksi sempat berada pada level 25,97 jutakilogram pada 2023 dengan produktivitas 1.499 kilogram per hektare, sebelumkembali meningkat pada 2024 menjadi 28,44 juta kilogram dengan produktivitas1.651 kilogram per hektare.
Peningkatan tersebut berlanjut pada 2025 dengan capaian produksi teh keringsebesar 29,28 juta kilogram dan produktivitas yang menembus 2.004 kilogram per hektare. Sejalan dengan itu, volume ekspor perusahaan sepanjang tahun lalu juga mencapai 8,9 juta kilogram.
Aris menjelaskan, produk teh PTPN I saat ini telah dipasarkan ke berbagai negara. Malaysia masih menjadi pasar ekspor terbesar, disusul Korea Selatan, Thailand, kawasan Timur Tengah seperti Dubai, hingga pasar Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Jerman dan Inggris.
“Keunggulan utama produk PTPN I terletak pada aspek mutu yang mampu bersaingketat dengan teh asal Kenya, India, maupun Sri Lanka. Bahkan, komitmen kualitasini dibuktikan dengan masuknya produk teh pilihan kebun PTPN I ke dalam gerai tehlegendaris dunia, Twinings, yang berbasis di London, Inggris,” tambah Aris.
Selain mempertahankan pasar ekspor untuk produk teh curah (bulk tea), PTPN I juga terus memperkuat strategi hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk di pasar domestik.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan berbagai produk ritel, sepertiTeh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas, serta inovasi produk Ready to Drink(RTD) yang menyasar konsumen muda.
Perusahaan juga memperkuat kampanye digital melalui berbagai platform media sosial untuk memperkenalkan manfaat kesehatan teh sekaligus membangun citrateh sebagai bagian dari gaya hidup modern.
Tidak hanya melalui media digital, PTPN I juga memperluas penetrasi produkpremium ke berbagai kafe modern sebagai bagian dari strategi mendekatkan tehIndonesia kepada generasi muda.
Melihat prospek pasar teh premium yang terus berkembang, PTPN I telahmenyiapkan strategi ekspansi berikutnya untuk memperkuat posisi di pasar internasional.
“Ke depan, fokus kami adalah mengembangkan varian produk premium baru yang dikonsepkan secara khusus untuk dipajang di store kota London. Langkah ini akankami jalankan melalui kolaborasi taktis dengan berbagai brand teh terkemukadunia,” pungkas Aris Handoyo.
Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN I terus memperkuat integrasi bisnis dari hulu hingga hilir melalui peningkatanproduktivitas, pengembangan produk bernilai tambah, serta perluasan pasar ekspor. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi teh Indonesia sebagaikomoditas perkebunan unggulan yang mampu bersaing di pasar premium dunia sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan devisa negara dan keberlanjutan industri perkebunan nasional.

Tinggalkan Balasan