PONTIANAK – Kehadiran gedung baru Perpustakaan Kota Pontianak di Jalan Ampera mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak dibuka untuk umum pada akhir Desember 2025, ratusan warga tercatat telah mengunjungi fasilitas tersebut, mencerminkan meningkatnya antusiasme dan minat baca masyarakat Kota Pontianak.

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Pontianak, Rendrayani, menyampaikan bahwa pada hari pertama pembukaan, 30 Desember 2025, jumlah pengunjung mencapai sekitar 200 orang.

“Pada hari pertama kita buka, pengunjung sekitar 200 orang. Alhamdulillah,” ujar Rendrayani saat ditemui di Perpustakaan Kota Pontianak, Sabtu (3/1/2026).

Ia menambahkan, pada hari berikutnya, 31 Desember 2025, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 196 orang. Sementara pada 1 Januari 2026, meskipun bertepatan dengan hari libur, jumlah pengunjung masih mencapai hampir 100 orang. Bahkan pada hari berikutnya, hingga setengah hari operasional, jumlah pengunjung kembali mendekati angka 100 orang.

“Animo masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa informasi mengenai keberadaan gedung perpustakaan yang representatif sudah tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurut Rendrayani, sebagian besar pengunjung berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan anak-anak. Mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang paling antusias karena sebelumnya layanan perpustakaan sempat ditutup sejak Oktober.

“Mahasiswa memang sudah lama menunggu perpustakaan ini dibuka kembali karena mereka membutuhkan referensi untuk belajar,” katanya.

Selain mahasiswa, pengunjung anak-anak juga cukup mendominasi, terutama karena masih dalam masa libur sekolah. Rentang usia pengunjung anak-anak didominasi usia di bawah enam tahun.

Sebagian anak memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk membaca di tempat, sementara sebagian lainnya telah didaftarkan sebagai anggota oleh orang tua agar dapat meminjam buku dan membawanya pulang.

“Untuk peminjaman buku memang harus menjadi anggota perpustakaan. Namun bagi yang belum menjadi anggota tetap diperbolehkan membaca di tempat,” tambahnya.

Terkait aksesibilitas, Rendrayani memastikan bahwa Perpustakaan Kota Pontianak telah menyiapkan fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas. Meski demikian, hingga saat ini belum tercatat adanya kunjungan dari kelompok tersebut.

“Kami sudah menyiapkan fasilitas bagi disabilitas, hanya saja sejauh ini belum ada kunjungan,” pungkasnya.