MEMPAWAH – Festival Sahur-Sahur ke-23 Tahun 2026 resmi dibuka di Kabupaten Mempawah, Minggu (1/3/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan Ramadan Fair ke-5 tersebut menjadi momentum penguatan tradisi budaya sekaligus penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Barat.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan Festival Sahur-Sahur bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol kebersamaan lintas budaya yang telah mengakar di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi konsistensi pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pelaku ekonomi kreatif dalam menjaga tradisi membangunkan sahur sebagai identitas khas Mempawah.

Menurutnya, pelaksanaan tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dan bulan suci Ramadan. Harmoni tersebut dinilai mencerminkan kuatnya toleransi dan kolaborasi antarwarga di Kalimantan Barat.

“Di Pontianak, obor dan lampion berpadu. Di Mempawah, Melayu dan Tionghoa berjalan bersama dalam satu tradisi. Inilah wajah Kalbar yang rukun dan inklusif,” ujar Norsan.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk penyelenggaraan festival, terdiri dari hibah Pemprov Rp50 juta dan tambahan pribadi Gubernur Rp50 juta. Ia juga meminta panitia menyiapkan proposal lebih awal agar dukungan anggaran pada 2027 dapat ditingkatkan hingga Rp200 juta.

Festival Sahur-Sahur sebelumnya telah masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara serta tercantum dalam Calendar of Event Kalimantan Barat 2026. Pengakuan tersebut mempertegas posisi festival sebagai salah satu agenda unggulan daerah yang berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Gubernur turut mengingatkan panitia dan peserta untuk menjaga ketertiban serta keselamatan selama rangkaian kegiatan berlangsung, mengingat sebagian agenda memanfaatkan ruas jalan umum. (Ara)