PONTIANAKKantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak bersama BP3MI Kalimantan Barat menggelar program Immigration Goes to School 2026 untuk membekali pelajar menghadapi peluang dan risiko mobilitas global.

Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sungai Raya dan SMA Santu Petrus Pontianak dengan menghadirkan materi seputar prosedur keimigrasian, peluang studi dan kerja di luar negeri, serta potensi risiko yang perlu diwaspadai.

Kepala Kantor Imigrasi Pontianak, Sam Fernando, mengatakan literasi keimigrasian menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah meningkatnya mobilitas internasional.

“Pemahaman sejak dini penting agar pelajar mampu merencanakan masa depan dengan baik serta terhindar dari berbagai risiko di luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran hukum dan kesiapan pelajar dalam memanfaatkan peluang global secara aman dan bertanggung jawab.

Materi perlindungan pekerja migran disampaikan oleh Eva Agustinaria S yang menilai antusiasme siswa sangat tinggi selama kegiatan berlangsung.

“Partisipasi siswa sangat aktif. Ini menunjukkan kebutuhan akan informasi terkait peluang dan risiko bekerja di luar negeri,” katanya.

Pihak sekolah menyambut positif program tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan siswa, khususnya bagi yang berencana melanjutkan pendidikan atau berkarier di luar negeri.

Program Immigration Goes to School merupakan agenda rutin Imigrasi Pontianak sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang berwawasan global sekaligus memiliki kesadaran hukum.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelajar tidak hanya siap mengejar peluang internasional, tetapi juga mampu mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin dihadapi.