Menu MBG Diduga Tak Sesuai Standar, Regional Kalbar Lakukan Evaluasi
PONTIANAK – Dugaan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu kering yang dinilai tidak sesuai standar mencuat di wilayah Pontianak Timur pada hari pertama pelaksanaan program selama Ramadan, Selasa (24/2/2026).
Informasi yang beredar menyebut salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyalurkan menu yang diduga tidak memenuhi ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini memicu sorotan masyarakat terkait pengawasan dan standar distribusi program.
Kepala Regional MBG Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, membenarkan pihaknya menerima sejumlah laporan terkait menu hari pertama.
“Hari ini banyak laporan yang masuk terkait menu hari pertama. Kami sudah menghubungi beberapa SPPG yang menunya dinilai tidak jelas. Ini menjadi bahan evaluasi untuk pendistribusian selanjutnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, selama Ramadan petunjuk teknis dan SOP MBG memang mengatur pembagian dalam bentuk menu kering. Namun, jenis makanan tetap harus memenuhi standar keamanan pangan dan prinsip gizi seimbang sesuai ketentuan BGN.
Menu yang diperbolehkan antara lain telur, buah, roti, kurma, serta makanan khas lokal dengan syarat tidak kedaluwarsa dan memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Selain itu, makanan cepat basi, bercita rasa pedas, serta produk ultra-processed food (UPF) tidak dianjurkan sebagai menu utama.
Distribusi dilakukan pada pagi hari untuk dibawa pulang dan dikonsumsi siswa saat berbuka puasa.
Terkait dugaan ketidaksesuaian standar di Pontianak Timur, pihak regional memastikan akan melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap SPPG yang bersangkutan agar penyaluran berikutnya sesuai aturan.
Regional MBG Kalbar juga menyatakan akan memperketat pengawasan selama Ramadan guna mencegah polemik serupa terulang. (Ara)

Tinggalkan Balasan