PONTIANAK – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Kalimantan Barat menggelar eksibisi tenis meja dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 BPK RI, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Kalimantan Barat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai kegiatan olahraga bersama antarinstansi memiliki peran strategis dalam membangun kebersamaan serta menyamakan visi pembangunan di daerah. Menurutnya, olahraga menjadi sarana komunikasi informal yang efektif bagi para pimpinan dan lembaga.

“Kegiatan seperti ini penting untuk membangun kebersamaan dan menyamakan persepsi. Dari kebersamaan itulah lahir visi yang sama dalam membangun Kalimantan Barat,” ujar Edi.

Ia menambahkan, interaksi melalui kegiatan olahraga mampu memperkuat hubungan kerja lintas instansi sehingga koordinasi dalam pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

“Guyub itu penting. Jika komunikasi terbangun dengan baik, maka kerja sama antar lembaga juga akan semakin solid,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menyinggung perkembangan dunia olahraga di Kota Pontianak. Ia menyebut hampir seluruh cabang olahraga tersedia di kota ini dan sejumlah di antaranya telah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional dan internasional.

“Ini patut kita syukuri dan harus terus dijaga keberlanjutannya,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan olahraga bersama antarinstansi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai sarana memperkuat sinergi dan keharmonisan antar lembaga dalam mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat, Sri Haryati, mengatakan eksibisi tenis meja ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mengandung makna filosofis tentang ketangguhan dan kelincahan dalam menghadapi dinamika perubahan.

“Tenis meja menuntut refleks cepat, ketepatan, dan kemampuan membaca arah permainan. Filosofi ini sejalan dengan tuntutan kami sebagai institusi pemeriksa di tengah dinamika kebijakan dan perubahan lingkungan strategis,” jelas Sri Haryati.

Ia menambahkan, tahun 2026 menjadi periode yang cukup menantang, terutama dengan adanya kebijakan efisiensi fiskal pemerintah pusat yang berdampak hingga ke daerah. Kondisi tersebut menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk semakin adaptif, kreatif, dan inovatif.

“Semangat dalam pertandingan ini kami harapkan dapat tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, agar kami tetap tangguh dan lincah dalam menjalankan amanah,” katanya.

Melalui momentum kebersamaan dalam eksibisi tenis meja ini, BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat berharap terbangun komunikasi yang semakin efektif serta hubungan kerja yang solid dengan para pemangku kepentingan demi mewujudkan institusi yang berkualitas dan berintegritas. (prokopim)