KETAPANG – Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024 segera tiba. Dalam hal ini, menjelang tahun-tahun 2024 sejumlah nama mulai muncul untuk ikut berkompetisi merebut kursi kepala daerah di Kabupaten Ketapang.

Beberapa nama pun mulai bermunculan dan mengambil formulir untuk mendaftarkan diri ke Partai Demokrat agar mendapat dukungan diusung dalam Pilkada di Kabupaten Ketapang tahun 2024, selain itu ada juga yang memberanikan diri untuk ikut serta melalui jalur non-partai (Independen).

Baca Juga : Joki IMEI Di PLBN Entikong Merajalela!

Tahun-tahun politik seperti saat ini, banyak pejabat public yang terus melakukan konsolidasi dan negosiasi politik, untuk mencari jalan keluar yang ditempuh. Lobi-lobi politik terus dieratkan satu sama lain, baik perorangan maupun ke partai politik. Selain negosiasi politik, juga dilakukannya propaganda media untuk mencari atensi publik.Dalam menjelang Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Ketapang, Sahril Pratama selaku mantan Presidium Nasional ILMISPI yang merupakan pemuda asal Kendawangan ini berpesan dan mengingatkan kepada calon-calon yang sudah berani menampakkan diri ke publik terkait kesiapannya dalam mencalonkan diri sebagai kepala daerah (Bupati).

“Menjelang tahun politik ini, hal biasa melihat elit politik melakukan negosiasi dan konsolidasi politik demi mencari jalan keluar dalam menghadapi Pilkada ini. Tetapi, kami memberikan pandangan bahwa jadilah calon kepada daerah yang bisa mengakomodir semua kalangan, termasuk pemuda. Kami siap mendukung calon kepala daerah yang perhatian dan memberikan kontribusi lebih untuk kepemudaan”.

Baca Juga : Polda Kalbar Musnahkan 15 Kilogram Narkotika Jenis Sabu Hasil Penangkapan

Kadang kala, pemuda dijadikan “mobiliasi politik” dalam kontestasi pemilu di Indonesia khususnya Kabupaten Ketapang. Ia menegaskan siapapun yang berani mencalonkan diri sebagai kepala daerah (Bupati) bisa mengakomodir kepentingan dan kegiatan kepemudaan di Kabupaten Ketapang. “Pemuda seperti kite ini, harus bise menjadi “subjek politik”. Artinye, bisa mengambil peranan penting dan strategis dalam pemilukada yang akan berlangsung. Jangan sampai kita pemuda hanya dipolitisasi. Saat nya kita cerdas dalam menyikapi kepentingan politik”.