PONTIANAK – Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat berencana menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah kantor PT PLN (Persero) pada Rabu (8/7/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir.

Ketua BPM Kalimantan Barat, Gusti Eddy, mengatakan aksi akan dimulai pukul 13.00 WIB dengan titik kumpul di Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Massa kemudian bergerak menuju beberapa kantor pelayanan PLN di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Adapun lokasi yang menjadi tujuan aksi meliputi Kantor PLTD PLN UID Kalimantan Barat di Jalan Adi Sucipto Kilometer 7,3, Kabupaten Kubu Raya, Kantor PLN UP2B di Jalan Karya Baru, Pontianak Selatan, serta Kantor PLN UP2D di Jalan Ismail Marzuki, Pontianak Selatan.

Menurut Gusti Eddy, sekitar 1.000 peserta diperkirakan mengikuti aksi dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dalam aksi tersebut, BPM menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni meminta PLN segera memulihkan pasokan listrik yang dinilai berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan pelaku usaha, meminta pemerintah pusat mengevaluasi kinerja pimpinan PLN Kalimantan Barat, serta mendorong aparat penegak hukum bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengusut penyebab terjadinya pemadaman listrik.

“Kami berharap penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib, damai, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Gusti Eddy, Senin (6/7/2026).

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa pemadaman bergilir dilakukan akibat penurunan kemampuan pasok pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat setelah terjadi gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan gangguan tersebut menyebabkan pasokan listrik belum dapat beroperasi secara optimal sehingga diperlukan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik di sejumlah wilayah.

Ia menegaskan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara yang dipastikan dalam kondisi aman.

PLN saat ini terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk memaksimalkan pembangkit yang beroperasi serta menambah pasokan listrik dari pembangkit mitra guna mempercepat proses pemulihan.

Menurut Mukhlis, proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan. PLN juga berkomitmen menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

“PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kesabaran pelanggan selama proses pemulihan berlangsung,” katanya.