JAKARTA – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap upaya peningkatan pengelolaan sampah di seluruh kabupaten/kota. Hal ini disampaikannya dalam rangka mendukung program Adipura yang menjadi salah satu tolok ukur penghargaan lingkungan hidup.

Dalam pertemuan bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Muhammad Faisol Nurofiq, di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025), Ria Norsan mengatakan bahwa pengelolaan sampah akan menjadi fokus utama dalam penilaian Adipura. Ia juga mengimbau seluruh daerah di Kalbar untuk serius dalam menangani persoalan ini.

“Kita pernah menerima penghargaan Adipura, dan kali ini kita harus kembali meningkatkan pengelolaan sampah sebagai kunci utama,” ujarnya.

Terkait insentif bagi daerah yang berhasil meraih penghargaan, Norsan menyebut hal tersebut masih akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Di sisi lain, Menteri Faisol menyoroti rendahnya capaian pengelolaan sampah nasional. Saat ini, dari 141 ribu ton sampah harian, hanya 10-14 persen yang berhasil ditangani secara layak.“Target kita 50 persen pada 2025 dan 100 persen pada 2029, tetapi capaian sekarang masih jauh di bawah target,” tegasnya.

Menurut Faisol, sebagian besar sampah rumah tangga belum dikelola dengan baik, sehingga mencemari lingkungan, termasuk sungai dan laut. Indonesia bahkan menjadi salah satu penyumbang sampah laut terbesar di dunia.

Ia menambahkan, penilaian Adipura tahun ini akan dilakukan lebih ketat hingga Desember 2025. Selain verifikasi, pemerintah pusat juga akan menilai konsistensi daerah dalam menerapkan pengelolaan sampah. Salah satu syarat utama meraih Adipura Kencana adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hanya menerima residu, bukan sampah mentah.

“Program ini bukan sekadar formalitas, tetapi cerminan komitmen daerah terhadap kualitas lingkungan dan keberlanjutan,” pungkas Faisol.