PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, resmi membuka kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Selasa (2/6/2026).

Dalam sambutannya, Norsan menegaskan bahwa orientasi PPPK bukan sekadar kegiatan pengenalan bagi pegawai baru, melainkan langkah awal untuk membentuk aparatur sipil negara yang profesional, disiplin, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menurutnya, orientasi menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat budaya kerja, serta menanamkan nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Orientasi bukan hanya memperkenalkan tugas dan fungsi, tetapi juga membangun komitmen serta budaya kerja ASN yang profesional dan berorientasi pelayanan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tercatat telah meluluskan 1.419 PPPK pada tahun 2025 yang terdiri dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Meski sebagian besar telah memiliki pengalaman di lingkungan pemerintahan, orientasi dinilai tetap penting untuk memperkuat pemahaman terhadap etika birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Norsan mengingatkan para PPPK agar tidak hanya menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi juga memahami tanggung jawab serta dampak pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa nilai BerAKHLAK harus diwujudkan dalam sikap kerja, pelayanan publik, hingga proses pengambilan keputusan.

Selain itu, integritas dan disiplin disebut sebagai fondasi utama dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat. ASN juga diingatkan untuk menjaga perilaku serta menghindari berbagai aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.

Di tengah perkembangan teknologi dan dinamika kebijakan yang terus berubah, ASN dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pelayanan publik yang semakin kompleks.

Sebagai motivasi bagi peserta, Norsan turut membagikan perjalanan kariernya yang dimulai sebagai ASN golongan II/b hingga dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di pemerintahan.

Menurutnya, terdapat tiga prinsip utama yang harus dijaga setiap ASN dalam membangun karier dan pengabdian, yakni loyalitas, disiplin, dan integritas.

“Loyalitas, disiplin, dan integritas merupakan kunci penting dalam membangun karier sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Norsan mengapresiasi pelaksanaan orientasi yang diselenggarakan BPSDM Kalbar dan berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung pembangunan daerah. (Ara)