PT RPN Dorong Kebangkitan Industri Kelapa Lewat Lokakarya Nasional 2025 di Yogyakarta
YOGYAKARTA – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), menyelenggarakan Lokakarya Kelapa Nasional 2025 dengan tema “Mengembalikan Kejayaan Industri Kelapa Indonesia”. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi strategis berbagai pihak untuk memperkuat sektor kelapa nasional secara berkelanjutan.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, BPDP, Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO), pelaku usaha seperti Sambu Group dan PT Dewa Agri, akademisi, peneliti, hingga jajaran PTPN Group.
Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi kelapa nasional yang tengah menghadapi penurunan luas areal sekitar 11 ribu hektare per tahun dan penurunan produksi hingga 5 ribu ton per tahun.
“Ini menjadi peringatan serius bagi kita semua. Melalui forum ini, kami mendorong sinergi riset, inovasi, serta kemitraan yang solid antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk memulihkan sektor kelapa,” ujarnya.
Iman menambahkan, PT RPN berkomitmen mengembangkan kelapa berbasis riset dan teknologi, termasuk teknologi embryo rescue serta somatic embryogenesis untuk pengembangan kelapa kopyor.
Dalam lokakarya ini, PT RPN juga meluncurkan Roadmap Penelitian Komoditas Kelapa sebagai panduan pelaksanaan riset nasional secara terintegrasi. Agenda turut mencakup penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan mitra strategis.
Diskusi pleno yang dipandu Prof. Didiek Hadjar Goenadi menghadirkan narasumber dari BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, DEKINDO, PTPN I, Sambu Group, dan PT Dewa Agri, yang memaparkan kontribusi serta rencana kolaborasi dalam mendukung Roadmap Perkelapaan Nasional 2025–2035.
Melalui forum ini, PT RPN berharap kebangkitan industri kelapa Indonesia dapat terwujud, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan