JAKARTA – Subholding PTPN IV PalmCo di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, meski tengah dihadapkan pada pelemahan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global.

Menghadapi tren penurunan harga CPO akibat menurunnya permintaan internasional dan situasi geopolitik yang tidak menentu, PalmCo tetap mampu menjaga kinerja operasional. Berdasarkan catatan hingga April 2025, produktivitas CPO PalmCo mencapai 1,34 ton per hektare, naik lebih dari 103 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada sektor hulu, tetapi juga memperkuat peran hilir melalui anak perusahaan PT Industri Nabati Lestari (INL). Hingga kuartal pertama 2025, INL telah menyalurkan hampir 1 juta liter minyak goreng kemasan ke berbagai wilayah di Indonesia, baik melalui program pemerintah maupun jalur ritel dengan harga terjangkau.

“Alhamdulillah, produktivitas CPO kami meningkat tajam, dan ini mendukung arahan pemerintah untuk memastikan ketersediaan serta kestabilan harga minyak makan. Kami juga menggelar Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar di lebih dari 4.500 titik selama momen Lebaran,” jelas Jatmiko dalam keterangan tertulis, Rabu (18/6).PalmCo juga gencar mendorong Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai bagian dari transformasi industri sawit nasional. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 13.000 hektare lahan petani binaan telah memperoleh rekomendasi teknis PSR. Di Aceh, sepuluh koperasi unit desa (KUD) mengajukan skema kemitraan dengan PTPN IV Regional VI setelah menyaksikan keberhasilan KUD lain yang sebelumnya gagal saat mengajukan secara mandiri.

“Model kemitraan yang rapi dan pendampingan penuh dari perusahaan menjadi kunci kepercayaan petani. Ini bukti sistem kami berjalan lebih baik dan terarah,” imbuhnya.

Selain sawit, PalmCo juga aktif mengembangkan lahan produktif bersama masyarakat melalui program Tanam Padi PTPN (TAMPAN) dan penanaman jagung di areal peremajaan sawit. Panen padi di Jambi bersama petani mitra menjadi salah satu contoh keberhasilan program ini yang mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian.

Di Aceh, pendekatan serupa diterapkan melalui tumpangsari sawit dan padi untuk mengoptimalkan lahan. “Kami percaya bahwa kolaborasi antara perusahaan, petani, dan pemerintah adalah kunci menuju kemandirian pangan nasional. PalmCo siap menjadi bagian dari solusi,” pungkas Jatmiko.