Kalbar Raih Dua Penghargaan Nasional, Ria Norsan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dalam ajang Awarding Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Kalimantan Tahun 2026.
Penghargaan tersebut meliputi Terbaik I kategori Entrepreneur Government melalui skema pembiayaan kreatif (creative financing) tingkat provinsi serta Terbaik I kategori pengendalian inflasi daerah se-Kalimantan.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, kepada Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, di Platinum Hotel Balikpapan, Rabu (6/5/2026).
Capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif keberhasilan Pemerintah Provinsi Kalbar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi nasional maupun global.
Ria Norsan mengatakan tingkat inflasi Kalimantan Barat pada 2025 berada di angka 1,85 persen atau dalam kategori rendah. Sementara pada awal 2026, inflasi mengalami kenaikan di kisaran 3 persen akibat faktor musiman, terutama menjelang hari besar keagamaan dan nasional.
“Pengendalian inflasi ini kami lakukan melalui berbagai langkah konkret seperti gerakan pangan murah, operasi pasar, distribusi beras, hingga pemantauan langsung harga di lapangan,” ujarnya.
Selain pengendalian inflasi, keberhasilan Kalbar juga didukung penerapan konsep entrepreneur government yang mendorong pemerintah daerah lebih aktif mencari sumber pembiayaan alternatif di luar APBD melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan perbankan.
Melalui pendekatan tersebut, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada 2025 tercatat mencapai 5,59 persen. Aktivitas ekonomi digital juga mengalami peningkatan, ditandai dengan pertumbuhan penggunaan QRIS, transaksi e-commerce, dan kredit UMKM.
Pemerintah Provinsi Kalbar juga mencatat penurunan angka kemiskinan, meski masih menghadapi tantangan pada sektor ketenagakerjaan yang menjadi perhatian untuk ditangani ke depan.
Ria Norsan menegaskan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Kalbar untuk terus berinovasi dalam menjaga stabilitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan ini bukan akhir, tetapi motivasi untuk terus bekerja lebih baik. Kita ingin masyarakat Kalbar tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam pembangunan,” pungkasnya. (Ara)

Tinggalkan Balasan