Yuliansyah Cup Jadi Wadah Pembinaan Atlet Biliar Kalbar, Targetkan Lahirnya Bibit Nasional
PONTIANAK – Turnamen Biliar Yuliansyah Cup kembali digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi bagi pecinta olahraga biliar, tetapi juga difokuskan sebagai sarana pembinaan atlet muda dan pencarian bibit unggul biliar daerah.
Turnamen yang diinisiasi oleh Anggota Komisi V DPR RI, Yuliansyah, tersebut merupakan kali kedua diselenggarakan. Yuliansyah menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmennya dalam mendorong perkembangan olahraga biliar di Kalimantan Barat yang dinilai memiliki potensi besar.
Menurut Yuliansyah, menjamurnya rumah biliar di Pontianak dan sejumlah daerah di Kalbar menjadi peluang strategis dalam melahirkan atlet-atlet muda berbakat. Turnamen ini pun menjadi ruang bagi atlet lokal untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah jam terbang kompetisi.
“Saya melihat rumah biliar di Pontianak dan Kalimantan Barat cukup banyak. Ini peluang besar untuk pembinaan atlet. Turnamen ini juga menghadirkan atlet-atlet yang membawa warna baru bagi perkembangan biliar Kalbar,” ujar Yuliansyah, Senin (15/12/2025).
Ia turut mengapresiasi peran para pemilik rumah biliar yang konsisten mendukung pembinaan atlet, khususnya Eluna Biliar, yang dinilai aktif memfasilitasi pelaksanaan turnamen.
“Ini menjadi kebanggaan bersama. Para owner tidak hanya berorientasi pada usaha, tetapi juga memberi ruang bagi atlet untuk bertanding dan berkembang,” tambahnya.
Terkait jenjang prestasi, Yuliansyah menegaskan bahwa pembinaan atlet tetap bersinergi dengan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) sebagai induk organisasi. Ia berharap atlet-atlet Kalbar dapat dibina secara berkelanjutan agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Kami mendorong dan menyemangati atlet. Untuk jenjang PON hingga internasional tentu melalui pembinaan POBSI. Harapannya, atlet Kalbar bisa tampil di PON bahkan Olimpiade,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yuliansyah juga menyoroti munculnya atlet muda berbakat, termasuk peserta berusia 14 tahun yang dinilai sebagai aset masa depan olahraga biliar Kalimantan Barat.
“Ini bibit atlet kita. Saya berharap POBSI terus membina mereka agar kelak bisa mengharumkan nama Kalimantan Barat di cabang olahraga biliar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan