Ria Norsan Temui Massa Aksi di Pontianak, Tanggapi Karhutla hingga Kelangkaan BBM
PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menemui massa aksi di Pontianak dan menanggapi sejumlah persoalan yang disuarakan demonstran, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemadaman listrik, hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Dalam keterangannya kepada massa, Ria Norsan menyampaikan perkembangan penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Ia menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikan saat itu, masih terdapat 39 titik panas, dengan 22 titik di antaranya berada di Kabupaten Ketapang.
Menurut Norsan, asap yang muncul di sejumlah wilayah turut dipengaruhi arah angin. Meski demikian, pemantauan dan penanganan karhutla tetap perlu dilanjutkan untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.
Selain persoalan karhutla, massa juga menyampaikan keluhan mengenai pemadaman listrik dan kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah.
Menanggapi tuntutan tersebut, Norsan mengatakan telah menggelar rapat bersama PT PLN (Persero) dan PT Pertamina pada Rabu (21/10/2026). Dalam pertemuan itu, ia mengaku telah memberikan arahan kepada kedua perusahaan terkait persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
Pemerintah daerah, kata dia, menaruh perhatian terhadap berbagai persoalan tersebut. Namun, penyelesaian di lapangan juga membutuhkan koordinasi dengan pihak terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Sementara itu, terkait dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum saat aksi massa beberapa hari sebelumnya, Norsan menyatakan penanganan persoalan tersebut diserahkan kepada Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.
Penanganan lebih lanjut berada dalam kewenangan kepolisian sesuai prosedur yang berlaku.
Pertemuan antara gubernur dan massa aksi tersebut menjadi ruang bagi demonstran untuk menyampaikan tuntutan terkait persoalan lingkungan, pelayanan kelistrikan, ketersediaan BBM, serta dugaan tindakan kekerasan dalam aksi sebelumnya.

Tinggalkan Balasan