KREASI Kayong Utara Kampanyekan Wajib Belajar 13 Tahun, Tekankan Pentingnya PAUD Berkualitas Sejak Usia Dini
KAYONG UTARA – Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) terus memperkuat kampanye pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi keberhasilan Wajib Belajar 13 Tahun. Melalui kegiatan yang digelar di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Jumat (17/7/2026), masyarakat diajak memahami bahwa investasi terbaik bagi anak dimulai sejak usia dini melalui layanan PAUD yang berkualitas.
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri nasional Dendi Wijaya Saputra dan diikuti para orang tua, pendidik PAUD, guru sekolah dasar, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Kampanye ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa satu tahun pendidikan prasekolah merupakan tahapan penting dalam mendukung implementasi Wajib Belajar 13 Tahun.
Dalam pemaparannya, Dendi menjelaskan bahwa enam tahun pertama kehidupan merupakan masa emas (golden age) yang sangat menentukan perkembangan anak. Pada periode tersebut, sebagian besar perkembangan otak berlangsung sehingga stimulasi yang tepat akan memengaruhi kemampuan belajar, pembentukan karakter, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Investasi terbaik bagi anak bukan hanya berupa materi, tetapi kesempatan memperoleh layanan PAUD yang berkualitas. Pendidikan usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kesiapan anak menghadapi masa depan,” ujarnya.
Menurut Dendi, pendidikan anak usia dini tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Yang lebih utama adalah membangun keterampilan sosial, kemampuan mengelola emosi, rasa percaya diri, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama sebagai bekal memasuki jenjang sekolah dasar.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan fungsi eksekutif otak, yakni kemampuan anak dalam mengingat instruksi, berkonsentrasi, beradaptasi terhadap situasi baru, serta mengendalikan perilaku. Kemampuan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan anak mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
“Kesiapan masuk sekolah bukan hanya soal kemampuan akademik. Anak juga perlu mampu berinteraksi, mengelola emosi, fokus belajar, serta beradaptasi dengan lingkungan baru,” jelasnya.
Selain itu, Dendi menegaskan bahwa bermain merupakan bagian penting dari proses belajar anak. Melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak belajar berkomunikasi, memecahkan masalah, bekerja sama, serta mengembangkan kreativitas sesuai tahap perkembangannya.
Materi yang disampaikan juga mengangkat pentingnya transisi PAUD ke Sekolah Dasar (SD) yang menyenangkan. Proses tersebut tidak hanya mempersiapkan anak memasuki lingkungan sekolah, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri dan semangat belajar sejak hari pertama.
Dalam kesempatan itu, Dendi mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Peran keluarga sangat menentukan dalam membentuk karakter, kebiasaan belajar, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Kolaborasi antara keluarga dan sekolah menjadi kunci agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Melalui kampanye ini, Program KREASI bersama Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berharap semakin banyak orang tua menyadari pentingnya mengikutsertakan anak dalam pendidikan PAUD sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan siap menyongsong Indonesia Emas.

Tinggalkan Balasan